Jumat 04 Mar 2022 10:57 WIB

Atasi Kelangkaan, Pemprov Jatim Gelontorkan 3.500 Ton Minyak Goreng

Pemprov secara bertahap akan mendistribusikan minyak goreng ke 38 kabupaten/ kota

Rep: dadang kurnia/ Red: Hiru Muhammad
Petugas melayani pembelian minyak goreng curah saat pendistribusian minyak goreng curah di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (25/2/2022). Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) mendistribusikan delapan ribu liter minyak goreng curah kepada para pedagang pasar dengan harga Rp10.500 per liter atau Rp11.700 per kilogram sehingga diharapkan bisa dijual kepada konsumen dengan harga Rp11.500 per liter atau Rp13.000 per kilogram guna menstabilkan harga dan mengatasi kelangkaan minyak goreng.
Foto: ANTARA/SISWOWIDODO
Petugas melayani pembelian minyak goreng curah saat pendistribusian minyak goreng curah di Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (25/2/2022). Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) mendistribusikan delapan ribu liter minyak goreng curah kepada para pedagang pasar dengan harga Rp10.500 per liter atau Rp11.700 per kilogram sehingga diharapkan bisa dijual kepada konsumen dengan harga Rp11.500 per liter atau Rp13.000 per kilogram guna menstabilkan harga dan mengatasi kelangkaan minyak goreng.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA--Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan 3.500 ton minyak goreng yang diperuntukkan bagi para pedagang pasar tradisional di 17 kabupaten/ kota di Jatim. Langkah ini dilakukan guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan minyak goreng, sekaligus menstabilkan harga komoditas tersebut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan 17 kabupaten/ di antaranya, untuk jenis minyak goreng premium Lentera di distribusikan ke Kabupatrn Tulungagung, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Bondowoso, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Ngawi, Madiun, Ponorogo, dan Kota Probolinggo. Sedangkan minyak goreng jenis Rakyat akan didistribusikan di  Kabupaten Tuban, Kediri, Lamongan, Pacitan, dan Trenggalek.

Baca Juga

"Semoga ikhtiar ini dapat membantu masyarakat, pedagang kaki lima, tukang gorengan, warteg, catering, ibu rumah tangga, dan lain-lain," kata Khofifah, Jumat (4/3).

Khofifah mengatakan, Pemprov Jatim secara bertahap akan mendistribusikan minyak goreng ke 38 kabupaten/ kota di Jatim. Artinya, 17 kabupaten/ kota yang menjadi sasaran pendistribusian 3.500 ton minyak goreng adalah daerah yang masuk tahap pertama."Insya Allah nanti akan dilakukan pengiriman minyak goreng tahap kedua untuk 21 kabupaten/ kota lainnya," ujarnya.

Khofifah meyakini, dengan terpenuhinya kebutuhan minyak goreng akan membangun ketenangan, rasa aman terhadap seluruh pedagang maupun masyarakat. Sehingga, akan memberikan penguatan semua pihak utamanya pedagang kaki lima dan ibu rumah tangga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. 

"Bagi kita semua membangun ketenangan dan rasa aman menjadi penting. Jadi, kami sampaikan lagi Insya Allah kebutuhan minyak goreng bagi masyarakat Jawa Timur akan tercukupi dan terpenuhi," kata dia.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement