Kamis 03 Mar 2022 06:07 WIB

Bos RMI Ungkap Penyebab Kerusakan Aspal Sirkuit Mandalika

Target penyelesaian pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika paling lambat 10 Maret.

Pekerja yang didatangkan dari Inggris melakukan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (3/11/2021). Saat ini di Pertamina Mandalika International Street Circuit sedang dilakukan pengecatan di berbagai titik run off oleh tim professional RoadGrip menggunakan peralatan dan cat khusus untuk aspal jenis SMA (Stone Mastic Asphalt).
Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Pekerja yang didatangkan dari Inggris melakukan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (3/11/2021). Saat ini di Pertamina Mandalika International Street Circuit sedang dilakukan pengecatan di berbagai titik run off oleh tim professional RoadGrip menggunakan peralatan dan cat khusus untuk aspal jenis SMA (Stone Mastic Asphalt).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Roadgrip Motorsport Indonesia (RMI), selaku kontraktor utama pembangunan Sirkuit Mandalika, menjelaskan penyebab kerusakan aspal lintasan di Lombok, NTB. Kerusakan aspal lintasan ditemukan saat digunakan sebagai arena tes ofisial MotoGP pada bulan lalu.

Berbicara kepada MotoGP.com jelang balapan pembuka di Qatar pada Rabu (2/3/2022), General Manager RMI Simon Gardini sangat mengapresiasi upaya Pemerintah Indonesia, ITDC selaku pemilik sirkuit, MGPA selaku promotor dan semua pihak yang terlibat dalam upaya pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika demi menyambut gelaran Grand Prix MotoGP untuk pertama kalinya dalam 25 tahun terakhir di Tanah Air. Gardini mengungkapkan sesi tes pramusim pada 11-13 Februari lalu memberi pelajaran berharga sekaligus kesempatan untuk menguji lintasan sebelum Grand Prix Indonesia dilangsungkan pada 18-20 Maret nanti.

Baca Juga

Menyusul insiden kotornya lintasan karena debu, pasir, dan kerikil yang dikeluhkan oleh para pebalap, FIM, Dorna dan ITDC mengidentifikasi dua area yang perlu diperbaiki. Yaitu kebersihan permukaan trek dan banyaknya agregat, seperti pasir, debu dan kerikil atau pecahan batu, yang berada di atas lintasan. Mereka merekomendasikan pengaspalan ulang sejumlah bagian lintasan sebelum Tikungan 17 hingga setelah Tikungan 5, atau sekitar 17,5 persen dari total lintasan.

Proyek konstruksi yang masih berlangsung di sekitar lintasan juga mempengaruhi tingkat kebersihan lintasan. "Bagi kami, melakukan tes itu bagus dan terlihat hasilnya, sekarang kami sedang bekerja tanpa henti membersihkan trek dan runoff," kata Gardini.

"Soal permukaan lintasan, kami kurang beruntung bahwa agregat tersebut, ketika diletakkan di permukaan, atau di aspal katakanlah, kami kurang beruntung karena itu disusupi batuan yang kurang bagus. Itu baru terlihat setelah dibebani performa motor MotoGP di kondisi kering, dan tampak jelas pada hari pertama bahwa debu bukanlah masalahnya."

Ia mengatakan, pada awalnya mengira itu karena debu, tapi kekuatan motor dan jenis sirkuit yang memiliki bagian yang cepat dan menantang ini, menyulitkan agregat yang kurang baik tersebut. "Dan seperti yang Anda ketahui, itu menjentikkan batuan dan menyebarkan lebih banyak debu ke luar racing line," kata Gardini.

RMI juga melibatkan perusahaan spesialis jalan aspal R3 dalam pembenahan lintasan Sirkuit Mandalika itu. "Saya melihat upaya yang sangat besar dari semua orang di Indonesia, mulai dari Presiden hingga ke petugas yang membersihkan lintasan dengan sapu, dan keahlian yang tepat yang dibawa dari seluruh dunia. Ini waktu yang pendek, saya tidak yakin banyak trek yang mengarungi perjalanan ini dalam waktu yang singkat."

Ia menambahkan, godaannya adalah terburu-buru menyelesaikan tugas ini. "Tapi sekali lagi, dengan panduan keahlian dari R3... mereka telah melakukan tes yang tepat, memastikan semuanya dilakukan dengan cara yang benar, sehingga memberi kesempatan sukses yang besar dan apa yang menjadikan ini sebagai sirkuit kelas dunia," kata Gardini.

Sementara itu Direktur Utama MGPA Priandhi Satria dalam media briefing virtual pada Rabu mengatakan proses pembenahan lintasan telah dimulai setelah sebelumnya alat-alat berat telah didatangkan ke Mandalika. Ia optimistis proses pengaspalan ulang, yang dikerjakan BUMN konstruksi PT PP, akan rampung sesuai target pada 10 Maret nanti.

"Hari ini, sudah berlangsung simulasi atau uji coba kimia pengikat dicampur dengan aspal dan kerikil," kata Priandi. "Pengaspalan akan dilakukan pada 4-8 Maret. Sementara pengecatan dilaksanakan 9 Maret."

Saat ini, Priandhi menuturkan, sebelum pengaspalan ulang, lintasan telah dikelupas dan dibersihkan untuk memungkinkan aspal melekat dengan baik dan mengurangi risiko kerusakan pada masa mendatang. Bebatuan yang didatangkan Palu, Sulawesi Tengah, sebagai material juga harus dibersihkan untuk menjaga kualitas lintasan.

Ia menegaskan target penyelesaian pengaspalan ulang Sirkuit Mandalika adalah paling lambat 10 Maret. "Tapi kami berharap semuanya rampung sebelum target tersebut."

Selain mengejar pengerjaan lintasan, ITDC selaku pemilik sirkuit juga sedang membangun tribun penonton dari berbagai kelas di sekitar lintasan yang ditargetkan rampung paling lambat 16 Maret.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement