Sunday, 27 Zulqaidah 1443 / 26 June 2022

Sanksi Kekayaan Oligarki tidak akan Menghentikan Putin

Senin 07 Mar 2022 10:11 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Mikhail Fridman, orang terkaya ke-11 di Rusia. (Twitter/Forbes Tech)

Mikhail Fridman, orang terkaya ke-11 di Rusia. (Twitter/Forbes Tech)

Orang terkaya Rusia, Mikhail Fridman mengatakan sanksi berupa kekayaan pada oligarki tidak akan berdampak pada keputusan Moskow.

Salah satu orang terkaya Rusia, Mikhail Fridman mengatakan sanksi berupa kekayaan pada oligarki tidak akan berdampak pada keputusan Moskow untuk melancarkan perang di Ukraina.

Miliarder bankir ini mengatakan pada konferensi pers di London bahwa perang adalah tragedi bagi kedua belah pihak. Namun, ia mengaku berhenti mengkritik secara langsung karena pernyataan pribadi bisa menjadi risiko tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga staf dan kolega.

Bersama Oleg Deripaska, mereka menyerukan perdamaian. Kedua pria itu adalah oligarki paling terkemuka yang berbicara menentang invasi Rusia.

Baca Juga: Dampaknya Gak Main-Main, Rp560 T Melayang dari Kantong Orang Terkaya Rusia Gegara Perangi Ukraina

Mengutip BBC International di Jakarta, Rabu (2/3/22) Inggris juga memberi sanksi kepada kepala militer Belarusia pada hari Selasa karena peran mereka dalam "bersekongkol" dengan invasi Rusia ke Ukraina.

Kantor Luar Negeri mengatakan militer Belarusia telah mendukung dan memungkinkan invasi Rusia ke Ukraina dan juga telah memberikan sanksi kepada beberapa perusahaan manufaktur negaranya.

Sanksi Belarusia berada di atas yang sudah diterapkan di Minsk oleh Inggris sejak 2020 ketika lebih dari 100 orang dan organisasi menjadi sasaran dalam menanggapi pemilu curang di Belarus.

Fridman lahir di Ukraina sebelum pecahnya Uni Soviet, ia adalah pendiri bank swasta terbesar di Rusia, Alfa, dan menjalankan perusahaan investasi LetterOne yang memiliki minat luas dalam minyak dan ritel.

Miliarder itu mengatakan sanksi yang membekukan beberapa aset dan memberlakukan larangan perjalanan tidak dapat dibenarkan dan dia akan melawan mereka.

Menurut pengakuannya, sanksi tersebut tidak akan memiliki efek yang diinginkan untuk mengendalikan Kremlin.

"Orang tua saya selalu mengatakan kepada saya: Anda tahu, karena Anda seorang Yahudi, Anda tidak bisa berada di posisi ini atau posisi itu, di universitas ini atau pekerjaan ini. Sekarang, saya menghadapi situasi yang sama di sini di Barat, karena Anda orang Rusia," ujarnya.

Pada hari Senin, Uni Eropa menjatuhkan sanksi pada Fridman dan mitra lama Pyotr Aven. Uni Eropa menggambarkan Fridman sebagai pemodal utama Rusia dan pendukung lingkaran dalam Putin. Sementara itu, Fridman mengatakan konflik di Ukraina harus berakhir sesegera mungkin.

"Tolong, jangan dorong saya untuk berkomentar," katanya. Ia menambahkan bahwa itu bukan hanya risiko pribadi, tetapi juga risiko rekan kerja dan stafnya.

Dia mengatakan perusahaannya memiliki puluhan ribu staf di Rusia, Ukraina dan Inggris. "Ini adalah masalah yang sangat sensitif. Kami memiliki lusinan mitra dan saya tidak memiliki hak untuk mempertaruhkan mereka semua."

Deripaska, yang mendirikan salah satu kelompok industri terbesar di Rusia, juga telah memohon perdamaian dalam sebuah posting di aplikasi perpesanan Telegram.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA