Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Vitamin D Ada Gunanya untuk Pasien Covid-19, Tapi ...

Rabu 02 Mar 2022 13:36 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Suplemen vitamin D (ilustrasi). Suplementasi vitamin D dikaitkan dengan tingkat intubasi yang lebih rendah dan masa rawat inap yang lebih singkat di antara pasien Covid-19.

Suplemen vitamin D (ilustrasi). Suplementasi vitamin D dikaitkan dengan tingkat intubasi yang lebih rendah dan masa rawat inap yang lebih singkat di antara pasien Covid-19.

Foto: Flickr
Alih-alih fokus pada asupan vitamin, peneliti sarankan hal lain untuk cegah Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Konsumsi vitamin C, vitamin D, dan zinc terbukti tidak mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. Meski begitu, vitamin D tampak masih bermanfaat bagi pasien Covid-19.

Kesimpulan itu didapat setelah tim peneliti dari University of Toledo melakukan meta-analisis terhadap data dari 26 studi berbeda yang berfokus pada peran vitamin, khususnya vitamin C, vitamin D, dan zinc dalam mengobati Covid-19. Menurut para peneliti, suplementasi vitamin D dikaitkan dengan tingkat intubasi yang lebih rendah dan masa rawat inap yang lebih singkat di antara pasien Covid-19.

Baca Juga

Akan tetapi, diperlukan lebih banyak bukti untuk mendukung temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Nutrition itu, seperti dikutip dari Health, Rabu (2/3/2022). Alih-alih mencoba melengkapi dengan mikronutrien, para peneliti mengatakan lebih baik fokus pada terapi yang sudah terbukti secara drastis mengurangi insiden penyakit parah dan kematian akibat Covid-19, yakni vaksinasi.

"Penting bagi orang untuk memahami bahwa mengonsumsi banyak suplemen ini tidak menghasilkan hasil yang lebih baik," ujar profesor kedokteran di University of Toledo, Ragheb Assaly MD.

Menurut Prof Assaly, pesan penting lainnya ialah suplemen mikronutrien tidak akan mengimbangi kurangnya vaksinasi atau membuat Anda tidak membutuhkan vaksin. Sementara itu, residen penyakit dalam di The University of Toledo College of Medicine and Life Sciences, Azizullah Beran MD,menyebut, kunci dalam memerangi Covid-19 lebih ke arah pencegahan daripada pengobatan, antara lain dengan vaksinasi, mempraktikkan jarak fisik, dan memakai masker.

Lalu, apakah vitamin ada gunanya untuk Covid-19? Meskipun vitamin jelas tidak terkait dengan penurunan risiko kematian akibat Covid-19, Anda masih membutuhkan banyak nutrisi ini untuk kesehatan tubuh. Kekurangan salah satu dari zat ini dapat berdampak negatif pada kemampuan sistem kekebalan untuk melawan infeksi.

"Dalam beberapa hal, tubuh dan sistem kekebalannya seperti mobil. Anda membutuhkan semua bagian yang berfungsi dan dalam kondisi baik," tutur profesor epidemiologi dan nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health dan profesor kedokteran di Harvard Medical School, Walter Willett MD DPH.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA