Selasa 01 Mar 2022 23:54 WIB

 Awal Tahun, Kedatangan Wisman ke RI Hanya 143,7 Ribu Kunjungan

BPS menyebut kedatangan wisman ke RI di Januari turun 12 persen dibandingkan Desember

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Pantai Batu Bolong di Canggu, Badung, Bali, Senin (7/2/2022). Pemerintah menaikkan status PPKM di wilayah Provinsi Bali ke level 3 karena peningkatan kasus COVID-19 serta rawat inap yang meningkat.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Pantai Batu Bolong di Canggu, Badung, Bali, Senin (7/2/2022). Pemerintah menaikkan status PPKM di wilayah Provinsi Bali ke level 3 karena peningkatan kasus COVID-19 serta rawat inap yang meningkat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2022 hanya mencapai 143,7 ribu kunjungan. Meski jumlah yang sangat kecil dibanding sebelum pandemi Covid-19, kunjungan itu mulai mengalami peningkatan dari Januari 2021 lalu.

Sebagai gambaran, pada bulan Januari 2020 lalu di mana Covid-19 belum merebak di Indonesia, angka kunjungan wisman tembus hingga 1,3 juta kunjungan dalam sebulan. 

Baca Juga

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, menyampaikan, angka kunjungan wisman pada bulan Januari 2022 mengalami penurunan 12,15 persen jika dibandingkan dengan Desember 2021."Namun, mengalami peningkatan 13,62 persen dibandingkan Januari 2021. Jadi awal tahun ini diawali dengan peningkatan," kata Setianto dalam konferensi pers, Selasa (1/3/2022).

Lebih detail, dilihat dari asal negara, mayoritas wisman datang dari Timor Leste yang sebesar 53,2 persen. Kemudian diikuti Malaysia 29,2 persen dan China 2,4 persen.

Sementara dari moda angkutan, paling banyak masuk melalui jalur darat sebesar 65,7 persen. Adapun terbanyak kedua melalui transportasi laut sebesar 24,2 persen dan terakhir pesawat terbang 10,1 persen.

Adapun untuk Tingkat Penghunian Kamar (TPK) di bulan yang sama tercatat mencapai 42,43 persen. Angka okupansi kamar hotel itu turun 9,14 poin dibanding Desember 2021, namun mencatatkan kenaikan 12,08 poin dari Januari 2021 lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement