Monday, 15 Rajab 1444 / 06 February 2023

Perjalanan Tabiin Zir bin Hubaisy Menemui Sahabat Nabi Muhammad

Rabu 02 Mar 2022 04:10 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Muhammad Hafil

Perjalanan Tabiin Zir bin Hubaisy Menemui Sahabat Nabi Muhammad. Foto:   Ilustrasi Sahabat Nabi

Perjalanan Tabiin Zir bin Hubaisy Menemui Sahabat Nabi Muhammad. Foto: Ilustrasi Sahabat Nabi

Foto: Pixabay
Zir bin Hubaisy menemui sahabat Nabi Muhammad.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Sorang tabi'in bernama Zir bin Hubaisy menemui Shafwan bin Assal RA, sahabat Nabi SAW ,untuk menanyakan hukum mengusap dua sepatu. Kisah tabiin ini dikisahkan Muhammad Yassir Lc dalam bukunya "Berjalan Jauh Mencari Ilmu".

Yasir mengatakan, kisah ini bersumber dari HR.At-Tirmidzi, Nuzhatul Muttaqin Syarah Riyadhu Shalihin, Imam An-Nawawi, Muassasah Ar-Risalah, Beirut. 

Baca Juga

“Wahai Zir, apa tujuanmu kemari?" tanya Shafwan kepada Zir saat bertemu.

“Aku datang untuk menuntut ilmu," sahut Zir bin Hubaisy.

“Sungguh malaikat membentangkan sayapnya untuk penuntut ilmu karena senang pada apa yang dicarinya,” ujar Shafwan.

“Wahai Shafwan, aku belum mengerti hukum mengusap dua sepatu sesudah buang air besar dan buang air kecil. Aku menanyaimu karena engkau salah satu sahabat Nabi SAW. Apakah engkau pernah mendengar Nabi Muhammad menjelaskan masalah ini?” tanya Zir bin Hubaisy.

“Ya, suatu hari kami pernah berpergian bersama Nabi SAW. Beliau menyuruh kami agar tidak melepas sepatu selama tiga hari tiga malam di perjalanan kecuali dalam kondisi junub. Jika hanya karena buang air besar, buang air kecil, atau tidur, sepatu kami tidak perlu dilepas,” jawab Shafwan.

“Wahai Shafwan, apakah engkau juga pernah mendengar Nabi bercerita tentang cinta?” tanya Zir bin Hubaisy lagi.

“Ya,” jawab Shafwan,“Aku pernah bersama Nabi dengan beberapa sahabat lainnya dalam sebuah perjalanan. Tiba-tiba datang seorang Badui memanggil Nabi dengan suara keras. 'Hei, Muhammad,' panggil si laki-laki Badui. Lalu, aku menegur laki-laki Badui itu agar merendahkan suaranya karena ia sedang berhadapan dengan Nabi, dan sebagai seorang muslim dilarang bersikap seperti itu.

Kemudian, lelaki Badui itu bertanya kepada Nabi tentang bagaimana hukum seseorang yang mencintai sekelompok orang, namun amalnya tidak bisa menyamai mereka? Lalu Nabi menjawab bahwa "Seseorang akan dikumpulkan dengan orang yang dicintainya pada hari kiamat,” lanjut Shafwan.

Nabi Muhammad juga pernah bercerita tentang sebuah pintu yang berada di sebelah Barat. "Pintu ini sangat lebar sekali. Jika seseorang berjalan dari satu sisi ke sisi lain pintu ini, membutuhkan waktu 40 atau 70 tahun. Pintu itu selalu terbuka untuk yang bertobat, tidak akan ditutup sampai matahari terbit dari sebelah barat," imbuh Shafwan.

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA