Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Kalau tak Diatasi, Anemia Bisa Sebabkan Kematian Pasien Hemodialisis

Senin 28 Feb 2022 17:54 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Reiny Dwinanda

Pasien cuci darah di Klinik Hemodialisis Tidore, Jakarta. Anemia pada pasien hemodialisis harus diatasi untuk tekan risiko kematian.

Pasien cuci darah di Klinik Hemodialisis Tidore, Jakarta. Anemia pada pasien hemodialisis harus diatasi untuk tekan risiko kematian.

Foto: Republika/Prayogi
Anemia merupakan salah satu efek samping hemodialisis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu efek samping pasien gagal ginjal yang melakukan hemodialisis atau cuci darah adalah anemia. Bila tidak diatasi, anemia pada pasien hemodialisis akan menyebabkan kematian.

"Angka kematian pada orang hemodialisis, terutama oleh penyakit kardiovaskular 42 persen," jelas Prof dr Rully MA Roesli PhD SpPD-KGH, dalam acara edukasi kesehatan daring bertema "Manajemen Anemia: Mengurangi Tingkat Transfusi Darah" yang diselenggarakan oleh PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) bersama Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI), Ahad (27/2/2022).

Baca Juga

Prof Rully menjelaskan, penyakit kardiovaskular tidak berdiri sendiri dan banyak disebabkan oleh anemia. Sementara itu, pada orang yang gagal ginjal juga terjadi anemia.

"Anemia dan gagal ginjal ini yang menyebabkan kematian karena kardiovaskuler," jelas Prof Rully.

Ketika pasien hemodialisis terkena penyakit kardiovaskuler maka ginjal dan jantungnya menjadi lemah. Oleh karena itu, anemia pada pasien gagal ginjal yang mendapatkan terapi hemodialisis harus diobati.

"Oleh sebab itu, anemianya harus diobati dengan memberikan terapi endogenous erythropoietin (EPO) dengan indikasi Hb kurang 10 g/dL dengan syarat tertentu yang harus dipenuhi, seperti tidak ada infeksi yang berat," ungkap Prof Rully.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA