Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

CDC Perbolehkan Lepas Masker, Apa Syaratnya?

Ahad 27 Feb 2022 00:50 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah

CDC membuat pedoman baru terkait aturan lepas masker.

CDC membuat pedoman baru terkait aturan lepas masker.

Foto: www.freepik.com
CDC membuat pedoman baru terkait aturan lepas masker.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika telah mengubah pendekatannya dalam menghadapi Covid-19. Pada Jumat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merilis pedoman baru yang menyatakan bahwa individu sehat dan tinggal di daerah dengan risiko rendah atau sedang tidak perlu lagi memakai masker. 

Pejabat CDC mengatakan bahwa pembaruan pedoman dilakukan seiring kemajuan signifikan dalam menangani ancaman dari Covid-19. Di bawah pedoman baru, lebih dari 70 persen orang Amerika bisa menanggalkan masker.

Baca Juga

“Sebagai negara kita sudah memiliki banyak alat pelindung yang kuat dari Covid-19, seperti vaksinasi, booster, akses pengujian yang lebih luas, ketersediaan masker berkualitas tinggi, hingga aksesibilitas ke perawatan,” kata Direktur CDC Rochelle Walensky, seperti dilansir dari laman Health, Sabtu (26/2/2022).

Namun demikian, pedoman terbaru ini tidak mengubah persyaratan untuk memakai masker di transportasi umum, di dalam ruangan, bandara, stasiun kereta api dan terminal bus. Pedoman terbaru CDC juga sifatnya tidak mengikat, artinya daerah atau institusi di daerah berisiko rendah dapat menetapkan aturan mereka sendiri. Tetapi menurut analisa CDC risiko penyakit parah akibat Covid-19 di Amerika secara keseluruhan lebih rendah dari sebelumnya.

“Siapa saja dipersilakan untuk memakai masker kapan saja jika mereka merasa lebih aman memakai masker. Silakan kunjungi situs web CDC, untuk mengetahui volume penyakit di komunitas mereka dan membuat keputusan melepas masker,” jelas Walensky.

CDC juga meluncurkan kode warna untuk menunjukkan tingkat keparahan Covid-19 di setiap kawasan. Sistem baru ini mengkategorikan ancaman penyakit sebagai risiko rendah (hijau), risiko sedang (kuning), risiko tinggi (merah).

Untuk mereka yang tinggal di lingkungan hijau artinya masker boleh dilepas, tapi siapapun boleh tetap memakai masker berdasarkan preferensi pribadi. Lingkungan kuning artinya masker tidak diperlukan, namun orang yang kekebalannya terganggu atau berisiko tinggi terkena penyakit parah harus berkonsultasi dengan dokter apakah aman untuk melepas masker atau tidak.

Sementara untuk lingkungan risiko tinggi, semua orang diwajibkan memakai masker di dalam ruangan, di tempat umum dan sekolah, terlepas dari status vaksinasi. Adapun orang dengan gejala Covid-19 atau dites positif di semua daerah tetap wajib memakai masker.

"Tingkat komunitas Covid-19 yang kami rilis hari ini akan menginformasikan rekomendasi CDC tentang tindakan pencegahan seperti penggunaan masker," jelas Walensky.

Dilansir dari PBS, sejak Juli, panduan pencegahan penularan CDC telah berfokus pada dua ukuran yaitu tingkat kasus Covid-19 baru dan persentase hasil tes positif selama minggu sebelumnya. Berdasarkan langkah-langkah itu, pejabat CDC menyarankan masyarakat untuk memakai masker di dalam ruangan di mana penyebaran virus dianggap besar atau tinggi. Minggu ini, lebih dari 3.000 county di AS terdaftar memiliki transmisi substansial atau tinggi.

Namun panduan itu semakin diabaikan. Pemerintah daerah di negara bagian hingga institusi sekolah mengumumkan rencananya untuk mencabut mandate masker di tengah penurunan kasus Covid-19, rawat inap dan angka kematian.

Dengan banyaknya orang Amerika yang sudah melepas masker, profesor kesehatan masyarakat di University of California, Andrew Noymer menilai, pedoman terbaru CDC tidak akan membuat banyak perbedaan praktis untuk ini. Tetapi itu akan membantu ketika gelombang infeksi berikutnya mulai mengancam kapasitas rumah sakit lagi, katanya.

“Akan ada lebih banyak gelombang Covid di masa depan. Jadi saya pikir masuk akal untuk membiarkan masyarakat jeda sementara waktu dari penggunaan masker,” jelas Noymer.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA