Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Bosowa School Gelar Sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar

Sabtu 26 Feb 2022 09:52 WIB

Rep: Irwan Kelana/ Red: Agung Sasongko

Bosowa School mengadakan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar, dengan mengundang narasumber Dr Susanti Sufyandi MA, Jumat (25/2).

Bosowa School mengadakan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar, dengan mengundang narasumber Dr Susanti Sufyandi MA, Jumat (25/2).

Foto: Dok Bosowa School
Kurikulum Merdeka Belajar sejalan dengan A Dynamic Integrated School.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR –  Bosowa School mengadakan sosialisasi Kurikulum Merdeka Belajar, Jumat (25/2).  Kegiatan yang digelar secara online itu diikuti tenaga kependidikan Jaringan Bosowa School, yakni Bosowa School Makassar (BSM), Sekolah Alam Bosowa (SAB) Makassar, Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) Bogor, dan Bosowa Al-Azhar Cilegon (BAC).

Vice President (VP) Academic Development Bosowa School Eko Ariyanto mengatakan, sosialisasi itu dilaksanakan sehubungan dengan digulirkannya Kurikulum Merdeka Belajar oleh Kemendikbudristek, dan sejalan dengan Kurikilum A Dynamic Integrated School yang dilaksanakan oleh Bosowa School. “Sosialisasi ini kami adakan untuk penguatan terkait regulasi, legalitas dan implementasi Kurikulum Merdeka Belajar,” kata Eko Ariyanto saat membuka acara sosialisasi, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga

Dalam kesempatan tersebut, Bosowa School mengundang Dr Susanti Sufyandi MA sebagai narasumber.  Ia adalah kepala Bidang Pembelajaran, Pusatk Kurikulum dan Pembelajaran, Kemendikbud 2018-2020, dan analis Kebijakan Ahli Madya dan Koordinator Substansi Pembelajaran, Pusat Asesmen dan Pembelajaran, Kemendikbud, 2020-2021. Saat ini ia menjadi dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat (Unlam).

Susanti menjelaskan, dalam rangka pemulihan pembelajaran, sekarang sekolah diberikan kebebasan menentukan kurikulum yang akan dipilih. “Sekolah bebas memilih untuk menerapkan Kurikulum 2013 secara penuh; atau yang kedua, Kurikulum Darurat, yaitu Kurikulum 2013  yang disederhanakan; atau pilihan ketiga, yakni Kurikulum Merdeka,” kata Susanti.

Ia menyebutkan beberapa keunggulan Kurikulum Merdeka. Yakni, lebih sederhana dan mendalam; lebih merdeka; serta lebih relevan dan interaktif. “Satuan pendidikan dapat mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA