Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Dinkes DKI Klaim Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Cenderung Melandai

Jumat 25 Feb 2022 21:15 WIB

Red: Nur Aini

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Selasa (22/2/2022). Dinas kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menjelaskan kasus aktif di Jakarta saat ini cenderung melandai masih tersisa 57 ribu atau turun lebih dari 20 ribu kasus dalam sepekan terakhir.

Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada warga di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Jakarta, Selasa (22/2/2022). Dinas kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menjelaskan kasus aktif di Jakarta saat ini cenderung melandai masih tersisa 57 ribu atau turun lebih dari 20 ribu kasus dalam sepekan terakhir.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Kasus aktif Covid-19 di Jakarta masih tersisa 57 ribu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menjelaskan kasus aktif di Jakarta saat ini cenderung melandai masih tersisa 57 ribu atau turun lebih dari 20 ribu kasus dalam sepekan terakhir.

"Sekarang kasus aktif memang turun. Terakhir di sekitar 90 ribu, sekarang sudah di 57 ribu. Trennya cenderung landai," kata Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI Jakarta Ngabila Salama dalam diskusi virtual Kelompok Kerja RCCE (Risk Communication and Community Engagement) Covid-19, Jumat (25/2/2022).

Baca Juga

Lebih lanjut, Ngabila menyebut ada potensi penyebaran Covid-19 di Jakarta menurun, tetapi dia juga mengaku pihaknya mencurigai penurunan ini karena ada penurunan angka pelacakan kontak erat dari kasus yang terkonfirmasi atau surveilans saat ini. Oleh sebab itu, Dinas Kesehatan DKI berencana akan meningkatkan upaya pelacakan kasus, pemeriksaan, hingga perawatan kasus Covid-19.

"Ada kemungkinan penurunan. Tapi tetap yang namanya surveilans hal yang baik-baik saja dicurigai tidak baik-baik saja. Karenanya, kami harus tetap meningkatkan tracing, treatment, kemampuan pelacakan," ucap dia.

Seiring dengan hal itu, kata dia, persentase kasus positif dari jumlah pemeriksaan spesimen atau positivity rate juga menurun 11 persen sepekan terakhir, meski demikian, angka ini masih berada jauh di atas batas aman yang direkomendasikan WHO.

"Positivity rate sempat menginjak di 25 persen. Saat ini sudah di kisaran 14 persen, tapi masih di atas 5 persen sebagai standar dari WHO. Ini yang masih menjadi perhatian bagi kita semua. Artinya missing cases di lapangan ini masih cukup tinggi," ucapnya.

Meski demikian, Ngabila mengungkapkan bahwa angka kematian kasus Covid-19 di Jakarta belum menurun bahkancenderung meningkat. Di mana pekan lalu, persentase kematian berada pada angka 0,25 persen dan pekan ini meningkat menjadi 0,4 persen.

"Angka kematian ini menjadi warning sign bahwa warga ini kadang-kadang ada yang masih mau isolasi di rumah. Padahal dia termasuk lansia dan komorbid," ujarnya.

Baca juga:

Sebanyak 2000 Ekor Kucing Disterilisasi Setiap Tahunnya

UNHCR Minta Negara Tetangga Ukraina Buka Perbatasan

Wagub Riza Minta Warisan Program Anies Dilanjutkan pada 2023

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA