Jumat 25 Feb 2022 18:08 WIB

Operasi Pasar Minyak Goreng Tasikmalaya Digelar di Swalayan

Operasi pasar minyak goreng digelar di tiga swalayan Tasikmalaya

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nur Aini
Warga membeli minyak dengan harga sesuai HET di Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, Jumat (25/2/2022). Usai mengambil minyak goreng, pembeli harus menempelkan jarinya ke tinta warna merah sebagai penanda.
Foto: Republika/Bayu Adji P
Warga membeli minyak dengan harga sesuai HET di Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, Jumat (25/2/2022). Usai mengambil minyak goreng, pembeli harus menempelkan jarinya ke tinta warna merah sebagai penanda.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya, menggelar operasi pasar minyak goreng murah di Kota Tasikmalaya, Jumat (25/2/2022). Operasi pasar murah itu digelar di tiga pasar modern atau swalayan.

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan, Dinas KUMKM Kota Tasikmalaya, Desi Nur Aria Sari, mengatakan, operasi pasar murah dilakukan dengan menyediakan minyak goreng kemasan dengan harga eceran tertinggi (HET) sesuai aturan pemerintah, yaitu Rp 14 ribu per liter. Operasi pasar murah itu dilakukan di Asia Plaza, Yogya Toserba HZ, dan Yogya Toserba Mitra Batik.

Baca Juga

"Di sini ada 500 kemasan minyak goreng, yang masing-masing berisi 2 liter. Sementara di Yogya Toserba masing-masing ada 300 kemasan," kata dia di Asia Plaza, Jumat. 

Menurut dia, sementara ini operasi pasar murah baru akan dilakukan selama satu hari. Namun, bukan tidak mungkin ke depannya akan kembali dilakukan operasi pasar murah di tempat lainnya. 

Petugas dari Unit Perdagangan, Kemendag, Fitro Putro Nugroho, mengatakan, operasi pasar murah itu dilakukan dapat membeli minyak dengan harga sesuai HET. Minyak goreng dalam operasi pasar itu dijual dengan harga Rp 14 per liter atau Rp 28 ribu per kemasan isi 2 liter. 

"Dalam operasi ini, kami juga sekaligus memastikan distribusi dari produsen lancar. Jadi masyarakat dapat membeli minyak sesuai HET," kata dia.

Menurut dia, stok minyak goreng kemasan di Asia Plaza saat ini masih cukup banyak. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tak membeli dengan panik (panic buying).

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, sejak Asia Plaza dibuka, banyak masyarakat yang datang ke tempat itu. Namun, setiap orang hanya bisa membeli satu kemasan minyak goreng. Usai mengambil minyak goreng di etalase toko, warga harus menempelkan jarinya ke tinta merah untuk menandakan agar tidak lagi mengambil kebutuhan yang kini sulit dicari dengan harga murah.

Salah seorang warga, Rizal (24 tahun), sengaja datang ke Asia Plaza hanya untuk membeli minyak goreng. Ia mengaku mendapat informasi tentang operasi pasar murah di tempat itu dari media sosial.

"Langsung ke sini beli minyak goreng murah. Tapi dibatasi, satu orang hanya boleh satu kemasan (isi 2 liter). Harganya Rp 28 ribu," kata dia sambil membawa kantong plastik belanjaannya yang hanya berisi satu kemasan minyak goreng.

Menurut dia, minyak goreng dengan harga murah hingga saat ini masih sulit ditemukan. Di warung atau pasar tradisional, harga minyak goreng kemasan disebut masih mahal.

"Mumpung ada yang murah, mangkanya langsung ke sini," kata lelaki asal Ciamis itu.

Salah seorang warga lainnya, Sunarsih (68 tahun), mengaku mendapat informasi dari tetangga terkait operasi pasar murah di Asia Plaza. Mendapat informasi itu, ia langsung datang bersama tetangganya. 

"Lumayan ada minyak murah. Kalau di warung biasa sekarang sudah susah. Adanya minyak goreng curah," kata warga Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya tersebut.

Baca juga:

Sebanyak 2000 Ekor Kucing Disterilisasi Setiap Tahunnya

UNHCR Minta Negara Tetangga Ukraina Buka Perbatasan

Wagub Riza Minta Warisan Program Anies Dilanjutkan pada 2023

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement