Kamis 24 Feb 2022 20:48 WIB

Syafruddin: Indonesia Jadi Contoh Islam Moderat Bagi Negara Lain

Seluruh umat di Indonesia harus bisa saling menghormati dan menghargai.

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin (kiri) bersama Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Gus Luqman Hakim Dimyati (kanan) saat bersilaturahim di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (24/2/2022).
Foto: Istimewa
Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin (kiri) bersama Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Gus Luqman Hakim Dimyati (kanan) saat bersilaturahim di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (24/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, PACITAN--Ketua Yayasan Indonesia Mengaji Komjen Pol (Purn) Syafruddin bersilaturahim dengan Pengasuh Pondok Pesantren Tremas di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (24/2/2022). Syafruddin disambut langsung Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Gus Luqman Hakim Dimyati, Kiai Ahed Turmudzi, Kiai Abdillah Nawawi serta segenap pengurus yayasan.

Gus Luqman mengapresiasi sosok Syafruddin yang telah menjadi bagian penting dalam Forum Komunikasi Pesantren Muadalah. Menurutnya, Gus Syafruddin, sapaan dari para kiai pesantren ke Syafruddin, memiliki darah biru yang berasal dari keluarga ulama. Kakek dari Syafruddin tersambung kepada Syaikh Yusuf Al-Makasary.

Baca Juga

"Saya tidak heran kalau Gus Syafruddin sejak dulu hingga kini dekat dengan para ulama dan pesantren. Bahkan saat ini beliau dikelilingi oleh para gus dan ulama, memang trahnya beliau adalah leluhurnya para ulama," tutur Gus Luqman, dalam keterangan, Kamis (24/2/2022).

Sementara, Syafruddin, menegaskan, Indonesia dijadikan contoh bangsa-bangsa lain di dunia. "Saya telah keliling lebih dari 50 negara, semuanya mengagumi Indonesia yang berpenduduk Islam mayoritas dan berpaham moderat dan toleransinya sangat tinggi," ujar Syafruddin.

Menurutnya, Indonesia mampu menjaga persatuan dalam keberagaman yang sangat luar biasa. "Keberagaman ini sangat mahal, harus dijaga bersama-sama," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) ini mengatakan, tidak ada negara di luar Indonesia yang memiliki keragaman seperti di Tanah Air. "Tidak ada bangsa di dunia ini yang ragamnya seperti Indonesia, namun demikian bangsa dan rakyat Indonesia dapat menjaganya dengan baik," tutur Syafruddin.

Syafruddin berpesan agar persatuan dan kesatuan bangsa di tengah-tengah masyarakat dapat dijaga dengan baik. Menurutnya, seluruh umat harus bisa saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement