Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Pemkot Yogyakarta Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng di Dua Pasar

Kamis 24 Feb 2022 15:18 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Warga mengantre untuk membeli minyak goreng saat operasi pasar minyak goreng di Kantor Bulog Cabang Bandung, Jalan Cipamokolan, Kota Bandung, Kamis (24/2/2022).

Warga mengantre untuk membeli minyak goreng saat operasi pasar minyak goreng di Kantor Bulog Cabang Bandung, Jalan Cipamokolan, Kota Bandung, Kamis (24/2/2022).

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Operasi pasar menjual paket minyak goreng dan gula pasir senilai Rp 26.500.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar kegiatan operasi pasar minyak goreng di dua titik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Salah satunya di Pasar Prawirotaman. Kami bekerja sama dengan Bulog untuk kegiatan operasi pasar ini," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono di Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (24/2/2022).

Selain itu, kegiatan serupa juga dilakukan di halaman LPP Kota Yogyakarta dengan sistem paket, yaitu minyak goreng dan gula pasir senilai Rp 26.500. Minyak goreng dijual dengan harga Rp 14.000 per liter dan gula pasir Rp 12.500 per kilogram (kg). Khusus untuk operasi pasar minyak goreng di Pasar Prawirotaman disediakan sebanyak 600 liter minyak goreng yang dapat dibeli dengan harga Rp 14.000 per liter.

Baca Juga

Kegiatan tersebut ditujukan untuk masyarakat umum atau konsumen akhir yang saat ini kesulitan memperoleh minyak goreng karena langka. Setiap pembeli maksimal hanya dapat membeli dua liter minyak goreng. Kegiatan operasi pasar di Pasar Prawirotaman akan dilanjutkan di kantor Kecamatan Wirobrajan pada Jumat (25/2/2022), sebanyak 600 liter minyak goreng.

Kegiatan serupa juga pernah dilakukan di beberapa pasar lain, seperti Pasar Beringharjo dan Kranggan. "Harapannya, kegiatan operasi pasar minyak goreng dapat dilakukan secara rutin karena memang stoknya sangat terbatas. Baik di ritel maupun di pasar," kata Yunianto.

Dia berharap, konsumen dapat bersikap rasional terhadap kelangkaan minyak goreng dengan membeli sesuai kebutuhan. "Tidak panic buying. Membeli sesuai kebutuhan saja, tidak perlu membeli dalam jumlah banyak," ucap Yunianto.

Kelangkaan minyak goreng, lanjut dia, tidak hanya terjadi di Kota Yogyakarta saja tetapi juga terjadi secara nasional. Di Kota Yogyakarta, kebutuhan minyak goreng mencapai 10.000-12.000 liter per pekan. "Untuk di ritel, kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi. Diupayakan untuk selalu ada stok. Biasanya memang datang tiga hari sekali dan langsung habis dibeli konsumen," katanujar Yunianto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA