Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Teleskop Kecil Deteksi Planet Mengorbit 2 Bintang Mirip Tatooine di Film Star Wars

Kamis 24 Feb 2022 13:46 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani / Red: Dwi Murdaningsih

Planet. Ilustrasi

Planet. Ilustrasi

Foto: Dailymail
Planet diamati menggunakan teleskop berbasis darat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamatan menggunakan teleskop berukuran 193 cm berhasil mendeteksi planet mirip Tatooine di film Star Wars. Pengamat melihat Kepler-16b- sebuah eksoplanet yang mengorbit dua bintang, mirip dengan dunia yang digambarkan dalam seri asli Star Wars.

Dilansir dari Space, Kamis (24/2/2022), teleskop ini terletak di Observatoire de Haute-Provence, kira-kira 100 km utara Marseilles, Prancis.

Baca Juga

Tim peneliti yang dipimpin University of Birmingham mengatakan bahwa deteksi menunjukkan nilai menggunakan teleskop berbasis darat, dengan efisiensi yang lebih besar dan biaya yang lebih rendah daripada menggunakan pesawat ruang angkasa. Planet ini awalnya ditemukan di luar angkasa menggunakan metode transit, di mana planet itu melintas di depan salah satu bintangnya di depan teleskop luar angkasa NASA Kepler yang sekarang sudah pensiun.

Teleskop yang berbasis di Prancis mengonfirmasi dunia melalui metode kecepatan radial, yang melihat tarikan gravitasi yang diinduksi planet pada bintang atau bintang induknya. Tim tersebut mengatakan bahwa penemuan tersebut menandai serangkaian pekerjaan baru yang mereka rencanakan untuk dilakukan terkait dengan apa yang disebut “planet melingkar”, yang berarti planet yang mengorbit dua bintang.

Para ilmuwan berharap teleskop mereka selanjutnya akan menemukan planet jenis ini yang sebelumnya tidak diketahui, membantu para astronom mempelajari bagaimana pembentukan planet terjadi di tata surya dengan dua bintang.

Secara tradisional, planet diyakini terbentuk dalam piringan gas dan debu protoplanet yang mengelilingi bintang muda, tetapi tidak jelas apakah sistem sirkumbinari dapat mendukung lingkungan ini.

“Dengan menggunakan penjelasan standar ini, sulit untuk memahami bagaimana planet sirkumbinari bisa ada,” kata penulis utama Amaury Triaud, peneliti exoplanet Birmingham, dalam pernyataannya.

Triaud menyarankan planet itu mungkin terbentuk jauh dari dua bintang dan kemudian bermigrasi ke dalam. Tetapi penelitian lebih lanjut dapat mengungkapkan skenario alternatif yang membentuk planet berbintang ganda, yang pada gilirannya dapat membentuk teori para ilmuwan tentang bagaimana planet terbentuk secara lebih umum.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA