Kamis 24 Feb 2022 02:03 WIB

Perang Ukraina-Rusia Makin Membara, Shevchenko Sampaikan Dukungan untuk Negaranya

Andriy Shevchenko tidak sendiri dalam membela negaranya, Ukraina.

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto
Legenda AC Milan dan timnas Ukraina, Andriy Shevchenko.
Foto: EPA-EFE/LUCA ZENNARO
Legenda AC Milan dan timnas Ukraina, Andriy Shevchenko.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Legenda sepak bola AC Milan, Andriy Shevchenko, angkat suara tentang ketegangan yang melibatkan tempat kelahirannya di Ukraina dengan negara tetangga Rusia yang dikabarkan semakin memanas. Sheva, sapaan akrab pria berusia 45 tahun itu mengatakan, sangat bangga dengan rakyat dan negaranya Ukraina saat situasi semakin genting dengan kemungkinan akan terjadinya 'Perang Dunia ke-3' di Negeri Balkan, Eropa Timur tersebut.

"Negara kami selalu terbuka untuk berdialog langsung dan jujur, untuk mencari solusi bahkan masalah yang paling kompleks," tulis Sheva dalam akun Instagram pribadinya @andriyshevchenko, Kamis (24/2/2022).

Baca Juga

Untuk diketahui, kedua negara tetangga sudah beberapa tahun terakhir bersitegang. Semua berawal dari pencaplokan Rusia terhadap salah satu kota di Ukraina, Crimea.

Ukraina sendiri sebelumnya pernah merasakan atap pun era kejayaan yang sama dengan Armenia serta Azerbaijan dalam genggaman Uni Soviet. Tetapi, negara dengan warna bendera kebangsaan Kuning-Biru itu menyatakan kemerdekaan 24 Agustus 1991 silam.

Sejak saat itu problema saling sikut antarkedua negara mulai terjadi. Selain persoalan Crimea, seiring berjalannya waktu pun masalah semakin meruncing.

Hal itu Terbukti dengan klaim Rusia yang menyebut dua kota Ukraina lainnya yaitu Donetsk dan Luhansk sebagai wilayahnya.

Melihat negeri kelahirannya berada di ambang perang besar, pemilik trofi Ballon d'Or 2004, Shevchenko, menegaskan aksi dukungannya terhadap negara tercinta.

"Ukraina adalah tanah air saya! Saya selalu bangga dengan rakyat dan negara saya. Kepentingan Rusia, keamanan warga kami, tidak dapat dinegosiasikan bagi kami," sambung pernyataan pemilik 111 caps bersama timnas Ukraina.

Sebelumnya presiden Rusia, Vladimir Putin, telah memerintahkan pasukan untuk menginvasi Ukraina dan mengatakan bahwa kepentingan Rusia tidak bisa dinegosiasikan.

"Kami telah melalui banyak masa sulit dan selama 30 tahun terakhir kami terbentuk sebagai sebuah bangsa! Bangsa yang tulus, pekerja keras, dan warga negara yang mencintai kebebasan. Ini adalah aset terpenting kami! Hari ini adalah waktu yang sulit untuk semua, tapi kami harus bersatu! Dalam persatuan, kami akan menang! Kemuliaan bagi Ukraina!"

Di sisi lain, Shevchenko tidak sendiri dalam membela negaranya. Mantan rekan setimnya di Milan, Kakha Kaladze, juga 'turun gunung' di akun sosial media pribadinya.

Pria yang kini duduk di kursi pemerintahan menjabat sebagai wali kota Tbilis, Georgia, turut bersuara untuk perdamaian Ukraina. Kaladze mengutuk klaim sepihak yang diluncurkan oleh Rusia terhadap Ukraina.

"Georgia yang 20 persen wilayahnya diduduki, mengutuk pengakuan Rusia atas wilayah separatis Ukraina #Donetsk dan #Luhansk. Kami Georgia mendukung Ukraina atas persaudaraan seperti Ukraina mendukung kami. Saya percaya Ukraina dan Georgia akan segera pulih kembali dan saya berharap mereka damai," tulis Kaladze.

Shevchenko menghabiskan delapan musim berkostum tim asal Italia AC Milan, mencetak 175 gol dalam 322 penampilan, dengan mempersembahkan lima trofi bergengsi sebelum pindah ke Chelsea.

Striker pujaan para penggemar i Rossoneri ini lahir di Kota Dvirkivschyna, salah satu daerah kecil di Ukraina. Sepanjang hidupnya Sheva telah melalui banyak jalan berliku termasuk tragedi ledakan pembangkit tenaga listrik 'Chernobyl' di Kota Pripyat pada tahun 1986 lalu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement