Kamis 24 Feb 2022 00:05 WIB

Olahraga Rutin Bantu Pelihara Daya Ingat di Usia Tua

Aerobik menjadi salah satu olahraga yang bisa pelihara daya ingat.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Nora Azizah
Aerobik menjadi salah satu olahraga yang bisa pelihara daya ingat.
Foto: Flickr
Aerobik menjadi salah satu olahraga yang bisa pelihara daya ingat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia lanjut, sebagian orang mungkin akan mulai bermasalah dengan daya ingat mereka. Berolahraga secara rutin ternyata dapat membantu orang-orang untuk memelihara daya ingat mereka di usia tua.

Jenis olahraga yang diketahui paling membantu dalam memelihara daya ingat adalah olahraga aerobik. Manfaat olahraga terhadap daya ingat ini diungungkapkan dalam sebuah studi terbaru.

Baca Juga

Bila mengacu pada studi yang dipublikasikan dalam //Communications Medicine// ini, cara untuk memelihara daya ingat adalah berolahraga secara rutin, sekitar tiga kali per pekan. Kebiasaan rutin ini perlu dilakukan setidaknya selama empat bulan agar manfaatnya bagi daya ingat bisa dirasakan.

Menurut studi, berolahraga secara rutin dapat mendukung memori episodik dari waktu ke waktu. Jenis olahraga yang paling baik untuk dilakukan adalah olahraga aerobik.

Tak hanya itu, manfaat dari berolahraga rutin ini tampak paling memberikan manfaat terkait daya ingat pada kelompok usia 55-68 tahun di bandingkan pada usia 69-85 tahun. Artinya, melakukan intervensi dengan olahraga lebih dini akan memberikan hasil yang lebih baik.

"Mengintervensi lebih awal menjadi lebih baik," pungkas tim peneliti yang berasal dari University of Pittsburgh, seperti dilansir Mind Body Green, Rabu (23/2/2022).

Anjuran ini didasarkan pada sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Pittsburgh. Studi ini melibatkan partisipan sebanyak hampir 3.000 orang yang terlibat dalam 36 penelitian berbeda.

Temuan dalam studi terbaru ini semakin menambah panjang daftar manfaat olahraga bagi kesehatan. Seperti diketahui, olahraga secara rutin dapat meningkatkan kebugaran tubuh hingga meningkatkan hormon yang berkaitan dengan perasaan bahagia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement