Saturday, 22 Muharram 1444 / 20 August 2022

Tentara Israel Bunuh Remaja Laki-Laki Palestina di Tepi Barat

Rabu 23 Feb 2022 17:53 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nashih Nashrullah

Tentara Israel.  Ilustrasi. Sebanyak 77 warga Palestina terbunuh selama 2021 oleh Israel di Tepi Barat

Tentara Israel. Ilustrasi. Sebanyak 77 warga Palestina terbunuh selama 2021 oleh Israel di Tepi Barat

Foto: EPA-EFE/ALAA BADARNEH
Sebanyak 77 warga Palestina terbunuh selama 2021 oleh Israel di Tepi Barat

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT - Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, pasukan Israel membunuh seorang remaja laki-laki Palestina di Tepi Barat, Selasa (22/2/2022) waktu setempat. 

Tentara Israel mengklaim bahwa sang anak laki-laki itu termasuk di antara tiga tersangka yang melempar bom molotov ke pengemudi yang lewat.

Baca Juga

"Mohammed Shehadeh (14 tahun) terbunuh oleh tembakan pasukan Israel di Al-Khader, di daerah Betlehem," kata Kementerian Kesehatan Palestina seperti dilansir laman Aljazirah, Rabu (23/2/2022).

Pihak Palestina mendesak penyelidikan internasional. Kantor berita Palestina, Wafa mengutip aktivis lokal Ahmad Salah mengatakan, bahwa tentara Israel melepaskan tembakan langsung yang melukai Shehadeh sebelum menahannya.

Dia juga mengatakan bahwa tentara Israel mencegah ambulans sebagai penyelamatan awal pada anak remaja tersebut. Tentara Israel mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan kematian seorang warga Palestina.

Menurut Israel, warga Palestina tersebut termasuk di antara tiga tersangka yang melempar bom molotov ke pengemudi yang lewat dan membahayakan hidup mereka. 

Tentara Israel mengatakan, bahwa pasukan melakukan kegiatan kontraterorisme di daerah Al-Khader di mana banyak kendaraan sipil menjadi sasaran perangkat pembakar selama sebulan terakhir.

"Pasukan beroperasi untuk menghentikan mereka, menembaki salah satu tersangka yang melemparkan bom molotov ke arah kendaraan yang lewat. Tersangka dipukul," katanya. 

"Pasukan memberikan pertolongan pertama tetapi tersangka meninggal," tambahnya. 

Pembunuhan itu terjadi beberapa hari setelah remaja lainnya, Nehad Amin Barghouti (19 tahun) dibunuh dan ditembak oleh pasukan Israel di kota Nabi Saleh, Tepi Barat. 

Kelompok hak asasi Palestina dan internasional telah lama mengutuk Israel pada kebijakan tembak untuk membunuh dan penggunaan kekuatan yang berlebihan. 

B'Tselem, sebuah kelompok hak asasi Israel, mengatakan telah mencatat 77 kematian warga Palestina di tangan pasukan Israel di Tepi Barat tahun lalu. Lebih dari setengah dari mereka yang meninggal tidak terlibat dalam serangan apa pun.

Awal bulan ini, Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan baru bahwa Israel melakukan kejahatan apartheid terhadap warga Palestina dan harus bertanggung jawab karena memperlakukan mereka sebagai kelompok ras yang lebih rendah. Israel menduduki Tepi Barat dan Yerusalem Timur setelah perang Timur Tengah 1967. 

Permukiman Israel yang dibangun di atas tanah Palestina dianggap ilegal menurut hukum internasional. Saat ini, antara 600 ribu dan 750 ribu pemukim Israel tinggal di setidaknya 250 permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.

 

Sumber: aljazeera  

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA