Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

IHSG Ditutup Menguat, Saham Blue Chip Diborong Investor Asing

Rabu 23 Feb 2022 17:15 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Pekerja melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini, Rabu (23/2/2022), ditutup menguat sebesar 0,85 persen ke level 6.920,05.

Pekerja melintas di depan layar indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini, Rabu (23/2/2022), ditutup menguat sebesar 0,85 persen ke level 6.920,05.

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Aksi beli investor asing terhadap saham-saham blue chip mencapai Rp 903 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini, Rabu (23/2/2022), ditutup menguat sebesar 0,85 persen ke level 6.920,05. IHSG konsisten bergerak di zona hijau dengan kenaikan ditopang oleh sektor infrastruktur, teknologi, hingga keuangan.

Kenaikan IHSG juga didukung oleh aksi beli investor asing terhadap saham-saham blue chip yang mencapai Rp 903 miliar. BBCA menjadi yang paling banyak diburu dan membuat harga naik 1,90 persen ke level 8.050. Selanjutnya BBNI dengan pembelian Rp 100 miliar dan EMTK diborong sebesar Rp 92 miliar.

Baca Juga

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan bursa regional Asia dan Indeks IHSG secara bersama-sama bergerak menguat setelah sebelumnya krisis Ukraina memicu tekanan aksi jual. Pelaku pasar tampaknya bersikap konsolidasi terkait dengan sanksi apa yang akan diberikan oleh negara-negara Barat kepada Rusia.

"Kondisi ini tentunya membuat pelaku pasar dan investor terus mencermati risiko eskalasi Rusia dan Ukraina," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Rabu (23/2/2022). 

Sementara itu WHO mengungkapkan jumlah kasus baru Covid-19 di seluruh dunia turun 21 persen dalam sepekan terakhir. Ini menjadi sentimen positif karena akan menjaga mobilitas masyarakat sehingga mendorong aktivitas perekonomian bergerak Kembali. 

Dari dalam negeri, penerimaan APBN Januari tahun ini mencatatkan kinerja yang positif. Pendapatan negara tercatat Rp 156,0 triliun atau meningkat 54,9 persen yoy dari total pendapatan negara pada Januari 2021 yang sebesar Rp 100,7 triliun. Sehingga APBN Januari 2022 mencetak surplus Rp 28,9 triliun atau setara 0,16 persen Produk Domestik Bruto (PDB). 

"Hal ini memberikan indikasi dimana situasi proses pemulihan ekonomi terus berjalan sehingga memberikan kontribusi pada APBN," kata Pilarmas Investindo Sekuritas. 

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak menguat sebesar 1,17 Persen. Saham-saham yang mendominasi penguatan diantaranya INKP, TKIM, ADRO, ITMG dan HRUM. Sedangkan saham-saham yang mendominasi penurunan diantaranya PTPP, WIKA, MEDC, AMRT, dan WSKT.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA