Selasa 22 Feb 2022 18:42 WIB

Arab Saudi Kurangi Peran Ulama Wahabi untuk Pertama Kali

Arab Saudi mulai menghiraukan peran ulama ultrakonservatif Wahabi

Rep: Lintar Satria/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera Arab Saudi. Arab Saudi mulai menghiraukan peran ulama ultrakonservatif Wahabi
Foto: AP/Amr Nabil
Bendera Arab Saudi. Arab Saudi mulai menghiraukan peran ulama ultrakonservatif Wahabi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Arab Saudi untuk pertama kalinya memperingati berdirinya negara itu 300 tahun yang lalu, Selasa (22/2). Riyadh memilih tanggal tersebut dengan mengecilkan peran ulama-ulama Wahabi yang ultra-konservatif. 

Media Arab Saudi melaporkan pemerintah menggelar berbagai kegiatan. Termasuk pertunjukkan musik tentang sejarah modern Arab Saudi, acara kembang api, pertunjukan drone dan sound effect yang menampilkan 3.500 lebih peserta. 

Baca Juga

Peringatan ini merayakan hari Muhammad bin Saud mendirikan Arab Saudi I pada 1727 ketika dia merebut emirat Diriyah. Kota terpencil yang kini berada di ujung barat laut Ibu Kota Riyadh. 

Sekitar 18 tahun sebelum sejarawan menyatakan awal berdirinya Arab Saudi. Ketika Muhammad bin Saud yang merupakan pemimpin suku menggalang persatuan dengan ulama Muhammad bin Abdul Wahhab yang dikenal sebagai pendiri aliran Wahabi. 

Perjanjian itu memperkuat legitimasi kekuasaan keluarga Al Saud. Sebagai gantinya kelompok Wahabi mendapat dana dan pengaruh dalam isu-isu sosial, pendidikan, dan moralitas publik. Wewenang yang kini ditahan penguasa Arab Saudi saat ini. 

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman mengekang polisi agama. Dia membuka bioskop dan konser di negara itu, mencabut larangan perempuan berkendara sendiri dan melonggarkan sistem perwalian atau muhrim, di mana keluarga laki-laki memiliki kontrol pada kerabat perempuannya. 

Bulan lalu kerajaan Arab Saudi mendeklarasikan 22 Februari sebagai hari libur nasional yang dikenal sebagai "Hari Pendirian". Arab Saudi akan merayakan tanggal itu setiap tahunnya sebagai hari "dimulainya kekuasaan Imam Muhammad bin Saud" dan menandai dimulainya negara Arab Saudi. 

"Muhammad bin Abdul Wahhab telah dihapus dari sejarah Arab Saudi," kata peneliti tamu Arab Gulf States Institute Kristin Diwan. 

"Ini nasionalisme Arab Saudi yang baru, merayakan Al-Saud, mengikat rakyat secara langsung dengan keluarga kerajaan, dan mengecilkan peran penting agama dalam pendirian negara," kata Diwan.

Bulan lalu Dewan Shura Arab Saudi yang berpengaruh juga menyetujui usulan untuk amandemen undang-undang yang mengatur bendera dan lagu kebangsaan. Tidak diketahui apakah perubahan mencakup perubahan kalimat syahadat di bendera Arab Saudi. 

Kerajaan Arab Saudi sudah merayakan Hari Nasional pada 23 September yang memperingati kemenangan Al Saud atas suku-suku pesaingnya dari kawasan Hejaz dan menaklukan Makkah dan Madinah pada 1925. Kerajaan dinamakan Arab Saudi pada 1932.  

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement