Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Seorang Nakes di Cianjur Meninggal Dunia karena Covid-19

Selasa 22 Feb 2022 18:28 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Seorang nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani proses isolasi terpusat (ilustrasi)

Seorang nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 menjalani proses isolasi terpusat (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Puluhan nakes lainnya masih menjalani isolasi mandiri dengan kondisi terus membaik.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Seorang tenaga kesehatan di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia usai menjalani perawatan intensif di RSUD Cianjur karena positif Covid-19. Sedangkan puluhan nakes lainnya masih menjalani isolasi mandiri dengan kondisi terus membaik.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi Covid-19 Cianjur, DR Yusman Faisal di Cianjur Selasa (22/2/2022) mengatakan nakes yang meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan tes cepat dan usap PCR. "Nakes yang bertugas di RSUD Cianjur itu, meninggal saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena memiliki riwayat penyakit penyerta. Ini merupakan nakes pertama yang meninggal karena Covid-19, setelah beberapa bulan tidak ada kasus," katanya.

Baca Juga

Ia menjelaskan, selama dua bulan terakhir terdapat 57 orang tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19. Sebanyak 27 orang di antaranya sudah dinyatakan sembuh dan 30 orang lainnya masih menjalani isolasi mandiri dan terpusat di Vila Bumi Ciherang dengan kondisi terus membaik.

Sebagian besar yang terpapar sudah mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Sehingga tidak terlalu parah ketika terserang. Bahkan mereka diminta untuk melakukan vaksinasi dosis keempat, guna meningkatkan kekebalan tubuh dari virus berbahaya karena banyak bertemu orang dan pasien.

"Kami meminta pihak manajemen rumah sakit atau puskesmas dapat melakukan pengaturan yang baik, sehingga dapat meminimalisir kelelahan bagi nakes, sehingga mereka dapat menjaga imun tubuh dan tidak mudah terserang virus berbahaya," katanya.

Meski banyak nakes yang terpapar di sejumlah rumah sakit dan puskesmas, kata dia, tidak menghambat pelayanan kesehatan bagi warga, terutama bagi mereka yang hendak mendapatkan vaksinasi. Rumah sakit dan puskesmas masih tetap memberikan pelayanan namun dengan prokes ketat. "Kita imbau nakes untuk menggunakan alat pelindung diri saat bertugas dan tetap menjaga prokes ketika pulang ke rumah, agar terhindar dari virus berbahaya termasuk varian Omicron," katanya.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA