Selasa 22 Feb 2022 16:14 WIB

Pemprov DKI Perkuat Program KSBB untuk Pulihkan UMKM

Melalui program KSBB, masyarakat pencari kerja dan pelaku UMKM mendapatkan pelatihan.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.
Foto: Dok Pribadi.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) untuk memulihkan kembali pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) akibat pandemi Covid-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menjelaskan, sejumlah stimulus diberikan agar para pelaku UMKM, termasuk yang tergabung dalam Jakpreneur bangkit lebih baik lagi. Salah satunya melalui program KSBB UMKM.

"Dengan adanya KSBB UMKM, sangat membantu Jakpreneur dan pelaku usaha binaan dalam menghadapi masa-masa sulit di saat pandemi, untuk bangkit dan menjadi penggerak perekonomian Indonesia," kata Riza dalam webinar bertema "Borong Produk UMKM dengan Cara Bayar Kekinian" yang ditayangkan secara virtual, Selasa (22/2/2022).

Baca Juga

Riza menjelaskan, melalui program KSBB, masyarakat pencari kerja dan pelaku UMKM mendapatkan pelatihan serta pembekalan keterampilan. Selain menjadi modal berwirausaha, peserta KSBB diharapkan tidak hanya memiliki bekal keterampilan tetapi juga membuka lapangan kerja baru. "Kolaborator dapat memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana, paket pinjaman modal hingga paket pelatihan," kata Riza.

Setidaknya sudah ada 52 kolaborator dari swasta maupun yayasan memberikan pelatihan sehingga berhasil membantu sebanyak 3.737 warga pencari kerja dan UMKM di Jakarta. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga memberikan stimulus lainnya agar UMKM kembali pulih antara lain akad kredit program Pemulihan Ekonomi Nasional, relaksasi perizinan dan pemberian akta koperasi kepada para pelaku UMKM. Pemprov DKI Jakarta terus mendorong agar pelaku UMKM dapat bergabung dalam usaha binaan Jakpreneur sehingga dapat bertemu dengan berbagai komunitas, dunia usaha hingga akademisi agar memperluas jaringan pasar.

Saat ini, tercatat sudah ada 281.812 usaha yang tergabung dalam Jakpreneur. Jumlah tersebut melebihi dari target Rancangan Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebanyak 200 ribu dalam kurun waktu 2017-2022.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement