Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Anak Positif Omicron, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?

Selasa 22 Feb 2022 15:30 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Sebagian orang tua mungkin bingung ketika anaknya positif Omicron.

Sebagian orang tua mungkin bingung ketika anaknya positif Omicron.

Foto: www.wikimedia.com
Sebagian orang tua mungkin bingung ketika anaknya positif Omicron.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian orang tua mungkin bingung ketika anak positif Omicron, apa yang harus dilakukan orang tua? Obat apa yang harus diberikan?

Anggota Satgas Covid 19 dan Unit Kelompok Kerja (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandai SpA(K), mengatakan, untuk mengatasi anak yang positif covid 19, tergantung dari gejala covid yang didapat anak. Untuk anak yang tanpa gejala atau gejala ringan, tidak memerlukan pengobatan khusus. 

Baca Juga

Jika demam, boleh diberikan obat penurun demam seperti golongan parasetamol. Jika pilek, bisa diberikan larutan yang mengandung garam fisiologis.

“Yang boleh diberikan untuk semua kasus adalah vitamin-vitamin, vitamin C, vitamin D3, dan zinc,” tambahnya dalam Tanya IDAI di Instagram Live, 'Batuk dan Pilek pada Anak, Apakah Pasti Covid 19?', belum lama ini.

Pengobatan antivirus tergantung dari derajat beratnya, biasanya yang memerlukan antivirus itu yang bergejala berat. Misalnya, mengalami radang paru akut dan kekurangan oksigen. Atau jika anak cenderung besar, namun memiliki komorbid dan bisa rawat jalan, anak bisa diberikan antivirus. 

“Antivirus diberikan dengan beberapa pertimbangan, pertama derajat beratnya, ada komorbid dan dokter memantau perkembangan gejala, bila ada perburukan cepat, mungkin antivirus hatrus diberikan. Atau anak dengan sistem imun terganggu, kita lebih agresif,” ujarnya.

Jika anak mengalami covid, gejalanya meragukan ringan atau sedang, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Dokter akan membantu tatalaksana sesuai dengan derajatnya. Apakah anak membutuhkan antivirus atau tidak.

Bagaimana dengan antibiotik? Antibiotik bukan obat untuk penyakit yang disebabkan oleh virus. Antibiotik obat untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Covid 19 jelas tidak diberikan antibiotik, karena penyebab covid 19 adalah virus. 

Nastiti mengingatkan untuk jangan panik. Karena kalau sudah panik, kita tidak bisa berfikir jernih dan cenderung melakukan sesuatu yang berlebihan, tetap waspada dan ikuti anjuran dari pemerintah dan vaksinasi anak usia 6 tahun keatas. 

“Jika ada gejala ISPA, jangan panik, berikan pertolongan pertama dirumah. Jika demam berikan obat anti demam. Banyak minum air putih anget, susu lebih banyak dari biasanya juga bisa. pokoknya jangan kekurangan cairan. Karena cairan cukup bisa menurunkan gejala demam dan memastikan anak tercukupi kebutuhan cairannya,” ujarnya.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA