Sunday, 16 Muharram 1444 / 14 August 2022

Alami Gejala Mirip Covid-19 Disarankan Segera Tes PCR

Selasa 22 Feb 2022 14:39 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Andi Nur Aminah

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Kalau merasakan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, sebaiknya segera PCR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro merekomendasikan masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 seperti batuk dan pilek supaya segera menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebab, saat ini masih ada di masa pandemi Covid-19.

"Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang penting mendeteksi apakah kita terkonfirmasi sakit apa. Jadi, kalau merasakan gejala batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam maka sebaiknya segera lakukan tes PCR sesegera mungkin," kata Reisa saat mengisi konferensi virtual Radio Kesehatan Kemenkes bertema Perkembangan Terkini Penanganan Covid-19 di Indonesia, dikutip Selasa (22/2/2022).

Baca Juga

Ia menambahkan, pemeriksaan ini penting dilakukan supaya segera tahu dan memastikan terinfeksi apa. Apakah Covid-19 atau bisa jadi penyakit lainnya. Selain itu, Reisa meminta jika masuk kategori kontak erat harus segera lakukan karantina kemudian lakukan tes PCR. Jadi kalau sudah terdiagnosis tentu ada penanganan lebih lanjut. 

Ia menjelaskan, kalau orang yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala atau bergejala ringan sekalipun, bisa menjalani isolasi mandiri (isoman). Kalau memenuhi syarat klinis, dia melanjutkan, penderita Covid-19 bisa langsung menjalani isoman di rumah. "Jadi, kita menjaga diri dan keluarga tersayang, juga orang di sekitar kita," ujarnya.

Reisa menyebutkan, sekarang yang mendominasi Covid-19 di dunia adalah varian Omicron. "Memang varian Omicron ini lebih ringan dibandingkan varian sebelumnya yang mengakibatkan gelombang kedua 2021 kemarin yaitu varian Delta. Karena varian Omicron umumnya menunjukkan gejala yang lebih ringan dibandingkan varian Delta karena lebih banyak menyerang saluran pernapasan dibandingkan paru-paru," ujarnya.

Kendati demikian, dia meminta bukan berarti masyarakat bisa menyepelekan varian Omicron. Sebab, Omicron disebabkan virus penyebab Covid-19 dimana selalu ada risiko penyakit menjadi berat. Selain itu ada risiko long Covid-19 atau post Covid-19 syndrome. 

Reisa mewanti-wanti kelompok masyarakat lanjut usia, orang yang punya penyakit penyerta, serta bagi yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 adalah kelompok rentan. Jadi, dia menegaskan yang paling penting adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

"Vaksin Covid-19 memang penting tetapi tidak membuat kebal 100 persen tidak akan tertular. Vaksin Covid-19 ini penting untuk menurunkan risiko terjadinya perburukan kondisi dan risiko kematian," ujarnya.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA