Senin 21 Feb 2022 17:51 WIB

Sinar Mas Land Bidik Pendapatan Rp 1,5 Triliun, Lewat Kampanye Double Dream

Sinar Mas Land yang tahun ini mematok target penjualan perusahaan Rp 7,7 triliun

Penandatanganan kerja sama secara simbolis oleh sejumlah bank pendukung program Double Dream 2022 disaksikan Lie Jani Harjanto (Group Chief Financial Officer Sinar Mas Land)
Foto: istimewa
Penandatanganan kerja sama secara simbolis oleh sejumlah bank pendukung program Double Dream 2022 disaksikan Lie Jani Harjanto (Group Chief Financial Officer Sinar Mas Land)

REPUBLIKA.CO.ID, BSD City--Perpanjangan keringanan pajak sektor properti telah membawa angin segar bagi para pengembang untuk memacu pemasaran produknya. Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sampai 30 September 2022, penurunan suku bunga acuan dari Bank Indonesia, hingga relaksasi Loan to Value (LTV) yang memungkinkan konsumen membeli rumah dengan cara kredit dan uang muka  0 persen.

Pengembang Sinar Mas Land yang tahun ini mematok target penjualan perusahaan Rp 7,7 triliun atau sama dengan tahun lalu, juga turut mendukung kemajuan ekonomi di bidang properti dengan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan properti impian. Setelah sukses dengan Move in Quickly di tahun 2020 dan Wish For Home pada 2021, tahun ini Sinar Mas Land menghadirkan program national sales terbarunya yakni Double Dream. "Kami menargetkan Rp 1,5 triliun untuk Double Dreams dari market sales," kata Direktur Sinar Mas Land, Herry Hendarta, dalam peluncuran program Double Dreams secara virtual, Senin (21/2/2022).

Baca Juga

Sinar Mas Land memilih nama Double Dream untuk national sales program karena merujuk pada tahun 2022 yang serba double. Pihaknya menawarkan keuntungan double mulai dari double benefit, double saving, dan double rewards yang pasti akan mendatangkan double happiness untuk para konsumen. Dalam program ini, konsumen juga akan mendapatkan keringanan harga, subisidi DP, hingga berkesempatan untuk mendapatkan dua unit apartemen Southgate di kawasan Jakarta Selatan.

Target sebesar Rp 1,5 triliun tersebut sekitar 60 persen berasal dari proyek yang ada di kawasan BSD City, Jakarta, Balikpapan. Terutama untuk hunian seharga Rp 1,5 hingga Rp 2 miliar yang tersebar di kawasan ini. Program Double Dream menawarkan keringanan harga hingga sebesar 22 persen ditambah cash back hingga 6 persen, insentif PPN, dan beragam kemudahan lainnya. "Kami optimistis target akan tercapai," kata Herry.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement