Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Ada Penimbunan Minyak Goreng, Sultan: Tangkap Saja

Selasa 22 Feb 2022 01:00 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan

Stok minyak goreng curah di toko kelontong Pasar Kranggan, Yogyakarta, Ahad (20/2/2022). Minyak goreng masih langka di pasaran Yogyakarta. Pedagang juga mengakui pembelian minyak goreng untuk stok toko juga dibatasi. Sehingga toko kelontong juga membatasi pembelian oleh konsumen.

Stok minyak goreng curah di toko kelontong Pasar Kranggan, Yogyakarta, Ahad (20/2/2022). Minyak goreng masih langka di pasaran Yogyakarta. Pedagang juga mengakui pembelian minyak goreng untuk stok toko juga dibatasi. Sehingga toko kelontong juga membatasi pembelian oleh konsumen.

Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Sultan minta aparat untuk menindak tegas jika ditemukan ada penimbunan minyak goreng.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi terkait penimbunan minyak goreng. Di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini banyak ditemukan penimbunan minyak goreng.

Sultan menegaskan penimbunan jelas melanggar hukum. Ia meminta aparat untuk menindak tegas jika ditemukan adanya penimbunan minyak goreng.

Baca Juga

Pasalnya, kelangkaan minyak goreng di pasaran saat ini masih terjadi. Tidak terkecuali di DIY, yang mana ketersediaan minyak goreng sudah mulai sulit ditemukan di pasaran.

"Kalau menimbun itu jelas melanggar hukum, ya tangkap saja kalau memang itu pidana, tidak usah sungkan," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (21/2/2022).

Kebijakan terkait dengan upaya penanganan kelangkaan minyak goreng, kata Sultan, merupakan tanggung jawab pemerintah pusat. Sehingga, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait dengan kelangkaan minyak yang saat ini terjadi.

"Itu kewajibannya pemerintah pusat, saya bisanya hanya bagaimana pelaksanaannya (distribusi) di Yogya bisa baik saja, tapi kalau penanganan itu kebijakan Jakarta," ujar Sultan.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir minyak goreng menjadi barang langka baik pasar-pasar tradisional maupun toko-toko ritel modern di Indonesia. Kelangkaan diperparah ditemukannya kasus penimbunan seperti di Makassar dan Deli Serdang.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pihaknya turut menyikapi kelangkaan minyak goreng di pasaran yang terjadi di daerah-daerah. Bahkan, beberapa hari terakhir sudah melakukan pemantauan pasar-pasar di DIY.

Ia menerangkan, akhir pekan ini pemantauan dilakukan Direktorat Kriminal Khusus di empat lokasi. Khususnya, di lokasi-lokasi yang selama ini menjadi gudang distributor minyak goreng, yang didapati kondisi persediaan kosong.

"Laporan awal memang di gudang persediaan minyak goreng saat ini kosong karena memang belum ada pengiriman dari pusat," kata Yuliyanto, Sabtu (19/2).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA