Thursday, 20 Muharram 1444 / 18 August 2022

Ahli Virologi Thailand Peringatkan Kasus Harian Covid-19 Dapat Capai 100 Ribu

Senin 21 Feb 2022 11:13 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Friska Yolandha

Suasana di Kota Bangkok, Thailand, Kamis (17/2/2022).

Suasana di Kota Bangkok, Thailand, Kamis (17/2/2022).

Foto: AP Photo/Sakchai Lalit
Kenaikan kasus Covid-19 ini dapat terjsdi di tengah merebaknya sub varian BA.2.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Seorang ahli virologi di Universitas Chulalongkorn, Thailand  bernama Yong Poovorawan memperingatkan bahwa kasus infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) harian di negara itu bisa mencapai 100.000. Ini bisa terjadi di tengah munculnya sub-varian BA.2 dari Omicron yang menyebar dengan cepat. 

Poovorawan mengatakan bahwa saat ini rata-rata hingga 25.000 kasus Covid-19 dilaporkan setiap harinya di Thailand. Jumlah ini juga termasuk orang-orang yang dites positif terinfeksi virus dengan menggunakan Alat Uji Antigen (ATK). 

Baca Juga

Menurut Poovorawan, data menunjukkan tingkat kasus Covid-19 di Thailand menjadi 10 kali lipat dibandingkan empat gelombang sebelumnya. Ia berharap bahwa saat Negeri Gajah Putih itu menghadapi gelombang infeksi kelima, tingkat kasus tidak akan melonjak hingga enam digit.

Selama 24 jam terakhir, pada Senin (21/2/2022), Thailand mencatat 18.953 kasus baru Covid-19 dan 30 kematian. Dengan demikian, total kasus di negara itu sejak awal pandemi menjadi 2.712.315 dan terdapat 22.624 kematian.

Poovorawan menuturkan bahwa sub-varian BA.2 dari Omicron menyebar dengan cepat, mengutip bahwa di Singapura, rata-rata 15.000 kasus dilaporkan sementara kasus harian baru di Korea Selatan (Korsel), mencapai 100.000 untuk pertama kalinya pada 18 Februari.

“Thailand mungkin akan segera mengikuti pola yang sama,” ujar Poovorawan, dilansir Bernama//, Senin (21/2/2022).

Saat ini, kasus Covid-19 sedang dalam tren meningkat di Asia. Poovorawan mengatakan bahwa infeksi akan mencapai puncaknya, sebelum mulai stabil dan jumlah kasus baru perlahan-lahan akan turun seperti yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Poovorawan mendesak masyarakat yang dites positif Covid-19 di Thailand untuk melakukan isolasi di rumah atau di fasilitas masyarakat dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA