Friday, 8 Jumadil Awwal 1444 / 02 December 2022

Sambut Metaverse, Ketahui Manfaat Data Mining dan Kecerdasan Buatan

Senin 21 Feb 2022 10:03 WIB

Red: Christiyaningsih

Metaverse sebagai era masa depan butuh kecerdasan buatan guna meniru fungsi kognitif.

Metaverse sebagai era masa depan butuh kecerdasan buatan guna meniru fungsi kognitif.

Foto: UNM
Metaverse sebagai era masa depan butuh kecerdasan buatan guna meniru fungsi kognitif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memiliki peran cukup penting dalam berbagai aspek di bidang teknologi komputer. Kecerdasan buatan ini kian dibutuhkan dalam beberapa aspek kehidupan manusia misalnya di bidang kesehatan, keamanan, militer, dan teknologi industri.

Kehadiran teknologi AI mampu menawarkan berbagai kemudahan dan solusi dalam aktivitas kehidupan manusia. Terlebih saat era metaverse yang digadang menjadi era masa depan dunia yang tak terlepas dari peran kecerdasan buatan di dalamnya.

Baca Juga

Metaverse sebagai era masa depan membutuhkan teknologi AI guna meniru fungsi kognitif manusia. Teknologi AI dirancang agar mampu berpikir cerdas layaknya manusia. Kecerdasan buatan ini diharapkan dapat membantu mempermudah segala aktivitas manusia menjadi lebih efektif dan efisien.

Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) Anton menyebut kemunculan dunia virtual tentu menjadi tantangan baru dalam bidang teknologi. “Apalagi saat ini metaverse sedang hangat diperbincangkan banyak kalangan. Bahkan, ada yang menyebutkan metaverse merupakan era masa depan di mana dunia nyata dapat terhubung langsung dengan dunia virtual dengan memanfaatkan berbagai kecanggihan teknologi,” paparnya, Ahad (19/2/2022).

Era metaverse tak bisa lepas dari peran bidang ilmu komputer di mana salah satunya adalah kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan memungkinkan mesin bekerja sesuai dengan cara berpikir manusia. “Sesuai dengan input dan pola data yang telah dimasukkan, maka penalaran dan otomatisasi dapat bekerja untuk mencapai output yang diinginkan,” katanya.

Lewat penambangan data (data mining) yang berfungsi sebagai dasar untuk kecerdasan buatan, AI membutuhkan data-data yang relevan dengan pekerjaan yang harus diselesaikan. Data akan menjadi pengetahuan bagi AI sehingga bisa belajar dan memutuskan sesuatu sendiri tanpa bantuan manusia. Alasan inilah yang membuat AI dianggap sebagai teknologi masa depan.

“Di FTI Universitas Nusa Mandiri (UNM), program studi (prodi) Ilmu Komputer bidang data mining sudah dipelajari oleh mahasiswa program Magister Ilmu Komputer dan menjadi konsentrasi mereka,” ungkap Anton.

Untuk itu, mahasiswa Magister Ilmu Komputer sudah disiapkan oleh UNM agar mampu menjawab tantangan era masa depan. “Mereka tidak akan kaget ataupun gagap teknologi. Adanya isu tren metaverse ini bisa menjadi peluang yang bagus bagi mereka sehingga lulusan Universitas Nusa Mandiri (UNM) siap menyambut era masa depan dengan bekal ilmu pengetahuan yang mumpuni,” jelasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA