Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

IMF: Perekonomian UEA Bersiap Pulih dari Krisis Covid-19

Ahad 20 Feb 2022 05:52 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Friska Yolandha

Suasana di Dubai, Uni Emirat Arab. perekonomian Uni Emirat Arab (UEA) bersiap untuk pulih dari dampak krisis Covid-19.

Suasana di Dubai, Uni Emirat Arab. perekonomian Uni Emirat Arab (UEA) bersiap untuk pulih dari dampak krisis Covid-19.

Foto: AP/Kamran Jebreili
Pertumbuhan PDB keseluruhan UEA diproyeksikan sebesar 2,2 persen pada 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan, perekonomian Uni Emirat Arab (UEA) bersiap untuk pulih dari dampak krisis Covid-19. Krisis ini mengakibatkan rontoknya ekonomi di banyak negara.

"UEA bergerak cepat mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi dari pandemi. Pengujian dan tindakan pembatasan yang luas membantu membatasi penyebaran virus. Dan upaya vaksinasi dini telah menghasilkan tingkat vaksinasi di antara yang tertinggi secara global," kata IMF dalam pernyataannya seperti dilansir Gulf News, Sabtu (19/2/2022).

Baca Juga

Para pejabat IMF mencatat, pemulihan ekonomi mendapatkan momentum yang didukung oleh respons kesehatan UEA secara cepat dan kuat. Pemulihan ekonomi UEA juga ditunjang kebijakan ekonomi makro dan rebound dalam pariwisata serta aktivitas domestik dalam Expo 2020 yang tertunda.

Pertumbuhan PDB keseluruhan UEA diproyeksikan sebesar 2,2 persen pada 2021, didorong oleh pertumbuhan nonminyak sebesar 3,2 persen. Pertumbuhan PDB dari minyak riil diperkirakan mendekati nol pada tahun ini sebagaimana kesepakatan OPEC.

IMF menyampaikan, dalam jangka menengah, pertumbuhan diperkirakan akan meningkat berkat upaya reformasi struktural, peningkatan investasi asing, dan peningkatan produksi minyak. Defisit fiskal keseluruhan diproyeksikan menyempit menjadi 0,7 persen dari PDB pada 2021 dan bergeser menjadi surplus kecil pada 2024.

Peningkatan ini mencerminkan perolehan pendapatan dari harga minyak yang lebih tinggi saat ini dan yang diharapkan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di samping upaya reformasi fiskal yang moderat. Harga minyak yang lebih tinggi juga akan menguntungkan neraca transaksi berjalan, yang diproyeksikan meningkat menjadi 10 persen dari PDB pada 2021, sejalan dengan tingkat sebelum krisis.

IMF mengatakan, upaya reformasi yang kuat sedang berlangsung dengan Strategi UEA 2050 yang ambisius. Reformasi baru-baru ini untuk mendorong pertumbuhan dan pembangunan sektor swasta penting untuk memperkuat pertumbuhan non-minyak, meningkatkan produktivitas, dan menarik investasi asing.

Di masa mendatang, prioritas yang cermat dan urutan reformasi serta peningkatan kolaborasi di seluruh emirat individu sangat penting untuk memastikan tingkat pertumbuhan ekonomi yang beragam, berkelanjutan, dan inklusif di masa depan yang lebih tinggi.

Direksi Eksekutif IMF juga mengapresiasi otoritas berwenang atas program vaksinasi yang berhasil dan respons kebijakan yang cepat untuk memerangi dampak pandemi dan menyambut baik pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. IMF sepakat kebijakan akomodatif harus dipertahankan sampai pemulihan benar-benar mengakar.

Kesehatan masyarakat dengan mengutamakan yang paling rentan, lanjut IMF, juga harus menjadi prioritas utama. Setelah pemulihan terjadi, Direksi mendorong pihak berwenang untuk menerapkan konsolidasi fiskal yang bertahap, tepat sasaran, dan ramah pertumbuhan, yang tertanam dalam kerangka jangka menengah yang kredibel.

Reformasi pasar tenaga kerja juga harus diperhatikan secara berkelanjutan, termasuk untuk meningkatkan partisipasi perempuan, memperkuat ketahanan ekonomi terhadap guncangan minyak, dan mempercepat langkah-langkah mitigasi perubahan iklim dan rencana adaptasi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA