Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Swiss Buka Lowongan Relawan untuk Uji Penjara Baru

Jumat 18 Feb 2022 21:27 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Dwi Murdaningsih

Penjara (ilustrasi)

Penjara (ilustrasi)

Relawan akan tiggal di penjara selama 1 atau 2 hari sebelum penjara dibuka untuk napi

REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Apakah Anda rela hidup seperti tahanan selama satu, dua hari, atau lebih? Ratusan orang telah mengambil kesempatan seperti itu secara sukarela di kota Zurich, Swiss.

Mereka mengambil bagian dalam semacam open house untuk penjara baru sebelum fasilitas tersebut menerima narapidana pertamanya. Rincian uji coba akan dilakukan pada 24-27 Maret.

Baca Juga

Otoritas Zurich mengatakan pada Kamis (17/2/2022), bahwa mereka menerima 832 aplikasi untuk sejumlah tempat yang belum diputuskan. Pendaftar memiliki syarat harus tinggal di Zurich dan berusia minimal 18 tahun.

Relawan terpilih nantinya siap untuk pengalaman menikmati "Gefaegnis Zurich West" atau Penjara Barat Zurich. Mereka akan menguji penahanan pra-sidang dan layanan penjara.

Fasilitas yang terletak di sebelah barat stasiun kereta api utama kota itu diharapkan dapat menampung hingga 124 orang yang ditahan sementara. Fasilitas ini memiliki 117 tempat bagi individu yang ditahan dalam penahanan pra-persidangan.

Mereka yang terpilih tidak perlu membayar atau dibayar untuk berpartisipasi dalam uji coba ini. Mereka akan diperlakukan seperti narapidana dalam beberapa hal, menguji makanan, menjalani prosedur penerimaan, berjalan di halaman, dan lainnya.

Para relawan tidak boleh membawa ponsel atau alat elektronik lainnya ke dalam penjara. Setiap peserta akan memerlukan izin keamanan dan harus menjalani pemeriksaan yang serupa dengan pemeriksaan di bandara. Mereka juga akan menerima "kata aman" yang dapat diberikan kepada staf untuk segera dibebaskan jika kedinginan atau mulai tidak nyaman dalam kondisi tersebut.

Uji coba bulan depan akan memungkinkan pejabat pemasyarakatan untuk menguji kapasitas, layanan, dan operasi penjara. Lembaga itu pun dapat meninjau kerja sama dan komunikasi dengan otoritas lain, seperti polisi dan jaksa.

Lembaga pemasyarakat juga berharap latihan ini akan membantu menjernihkan kesalahpahaman tentang cara penjaga, sipir, dan karyawan lain beroperasi di fasilitas tersebut. "Ada begitu banyak hal mengerikan tentang kehidupan di penjara dan tentang pekerjaan yang dilakukan staf penjara setiap hari sehingga kami ingin menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan bagaimana kami benar-benar bekerja – dan seberapa banyak profesionalisme dan pengalaman yang dibutuhkan untuk bekerja dengan narapidana,” ujar kepala manajemen penjara di Penjara Barat Zurich Marc Eiermann.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA