Kamis 17 Feb 2022 21:33 WIB

Kasus Aktif Covid-19 DKI Jakarta Turun

Kasus aktid Covid-19 dirawat dan isolasi mandiri DKI Jakarta alami penurunan.

Kasus aktid Covid-19 dirawat dan isolasi mandiri DKI Jakarta alami penurunan.
Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Kasus aktid Covid-19 dirawat dan isolasi mandiri DKI Jakarta alami penurunan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat penurunan kasus aktif COVID-19 baik yang dirawat maupun diisolasi mencapai 8.185 orang sehingga menyisakan sebanyak 80.764 orang. "Upaya 3T terus digalakkan, selain vaksinasi COVID-19 yang juga masih berlangsung," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Apabila mencermati data Pemprov DKI, penurunan kasus aktif itu merupakan yang tertinggi dalam pekan ini sejak Senin (14/2/2022) yang selalu mencatatkan penambahan kasus aktif berturut-turut hingga Rabu (16/2/2022). Pada Senin (14/2/2012) tercatat sebanyak 10.126 kasus aktif, kemudian pada Selasa (15/2022) terjadi penambahan namun jumlahnya turun signifikan hanya mencapai 341 kasus dan pada Rabu (16/2022) ada penambahan 4.980 kasus aktif.

Baca Juga

Selain kasus aktif yang berkurang, Pemprov DKI juga mencatat jumlah orang sembuh mencapai 16.657 pada Kamis ini sehingga total orang sembuh mencapai 1.008.870 orang. Meski demikian data juga memperlihatkan kasus positif masih terus terjadi mencapai 8.536 kasus.

Persentase kasus positif di DKI mengalami penurunan menjadi 11,8 persen setelah sebelumnya sempat menyentuh hingga 23 persen. Masih tingginya kasus positif COVID-19 di DKI karena dalam seminggu terakhir ada 372.964 orang dites usap PCR.

Jumlah tersebut melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebanyak 10.645 per minggu. Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung dengan realisasi vaksinasi dosis pertama sebanyak 12.170.022 orang atau 120,7 persen dari target 10 juta orang. Sedangkan, total dosis dua kini mencapai 10.142.313 orang atau 100,6 persen dan vaksinasi dosis ketiga atau booster mencapai 1.071.769 orang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement