Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Saham Energi dan Perbankan Kompak Melemah, IHSG Kembali Parkir di Zona Merah

Kamis 17 Feb 2022 16:40 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (17/2/2022). Meski sempat menyentuh zona hijau di level 6.859,70, IHSG berakhir melemah sebesar 0,22 persen ke posisi 6.835,11.

Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (17/2/2022). Meski sempat menyentuh zona hijau di level 6.859,70, IHSG berakhir melemah sebesar 0,22 persen ke posisi 6.835,11.

Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
IHSG berakhir melemah sebesar 0,22 persen ke posisi 6.835,11.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona merah pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (17/2/2022). Meski sempat menyentuh zona hijau di level 6.859,70, IHSG berakhir melemah sebesar 0,22 persen ke posisi 6.835,11. 

Sektor energi bergerak negatif dan mendominasi penurunan dengan ADRO terkoreksi sebesar 0,89 persen ke level 2.220 dan PGAS terpangkas 0,69 persen ke level 1.440. Selain itu, saham bank besar kompak melemah dengan BBCA terdiskon 0,94 persen, BBNI turun 0,61 persen dan BBRI turun 0,45 persen. 

Baca Juga

Sementara itu, beberapa saham yang masuk jajaran top losers antara lain AMAR dengan penurunan paling tajam sebesar 7,00 persen, kemudian PSKT terpangkas 6,50 persen, disusul BUMI amblas 5,88 persen dan BWPT kehilangan 5,68 persen. Sementara itu, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp 618 miliar. 

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan pelaku pasar saham Asia terlihat wait and see terkait upaya Sebagian besar negara Asia yang melonggarkan kebijakan karantina. Dilain sisi, rilis data ekspor Jepang yang lebih rendah dari ekspektasi seiring dengan tekanan dari permintaan luar negeri berdampak signifikan pada pemulihan di negara tersebut. 

Pelaku pasar juga terus memantau perkembangan geopolitik dengan hati-hati setelah NATO menuduh Rusia meningkatkan pasukan di perbatasan Ukraina, sehari setelah Moskow mengklaim telah mulai menarik beberapa unit militernya. 

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati depresiasi rupiah terhadap sebagian besar mata uang. Melemahnya rupiah di Eropa terjadi di tengah perkembangan data ekonomi di Inggris serta musim rilis laporan keuangan perusahaan di Eropa. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA