Kamis 17 Feb 2022 15:32 WIB

94 Orang Tewas dalam Bencana Banjir dan Longsor di Petropolis

Korban tewas diperkirakan akan bertambah karena diyakini ada yang tertimbun.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah kendaraan hancur akibat longsor di Petropolis, Brasil, Rabu (16/2/2022).
Foto: AP Photo/Silvia Izquierdo
Sejumlah kendaraan hancur akibat longsor di Petropolis, Brasil, Rabu (16/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Bencana banjir dan tanah longsor di Petropolis, Rio de Janeiro, Brasil, telah memakan 94 korban jiwa. Korban tewas diperkirakan akan bertambah karena diyakini ada mayat-mayat yang masih tertimbun atau terkubur.

Meski 94 korban tewas telah terkonfirmasi, Wali Kota Petropolis Rubens Bomtempo masih belum memberikan perkiraan jumlah orang yang hilang. “Kami belum tahu skala penuh dari ini. Ini adalah hari yang sulit, hari yang sulit,” katanya dalam konferensi pers pada Rabu (16/2/2022).

Seorang warga Petropolis, Rosilene Virginia, masih teringat adegan mencekam saat saudara laki-lakinya berteriak meminta tolong. “Sangat menyedihkan melihat orang meminta bantuan dan tidak memiliki cara untuk membantu, tidak ada cara untuk melakukan apa pun. Ini putus asa, perasaan kehilangan yang begitu besar,” ucapnya.

Lebih dari 24 jam setelah banjir mematikan Selasa (15/2/2022) pagi, para penyintas melakukan pencarian dan penggalian untuk menemukan warga yang hilang. Pada Rabu malam, kantor kejaksaan Rio de Janeiro telah menyusun daftar berisi identitas 35 orang yang belum ditemukan.

Video yang tersebar di media sosial menunjukkan arus deras menyeret mobil dan rumah melewati jalan-jalan. Satu video menunjukkan dua bus tenggelam ke sungai yang meluap ketika penumpangnya berusaha keluar dari jendela. Beberapa penumpang tak berhasil sampai ke tepian dan hanyut, hilang dari pandangan.

Pada Selasa lalu, dalam rentang tiga jam, curah hujan di Petropolis mencapai 25,8 sentimeter. Jumlah itu lebih besar jika dibandingkan dengan gabungan curah hujan yang turun selama sebulan sebelumnya. Gubernur Rio de Janeiro Claudio Castro mengungkapkan, Petropolis menghadapi hujan terburuk sejak 1932. “Tidak ada yang bisa memprediksi hujan selebat ini,” ucapnya dalam sebuah konferensi pers.

Menurut Castro, hampir 400 orang kehilangan tempat tinggal. Sebanyak 24 orang ditemukan hidup-hidup. Mereka terbilang beruntung.

Pemerintah Petropolis telah mengumumkan tiga hari berkabung atas bencana tersebut. Sementara itu, Presiden Brasil Jair Bolsonaro yang tengah melakukan perjalanan ke Rusia, menyatakan solidaritas kepada warga yang menjadi korban dalam bencana banjir dan tanah longsor di Petropolis. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement