Friday, 14 Muharram 1444 / 12 August 2022

Pemerintah AS Persiapkan Tahapan Baru Pandemi Covid-19

Kamis 17 Feb 2022 09:17 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

seseorang berjalan melewati kantor pusat Pfizers di New York, New York, AS, 09 November 2021. Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan tahap berikutnya dalam penanganan pandemi Covid-19 setelah angka infeksi varian Omicron mulai menurun.

seseorang berjalan melewati kantor pusat Pfizers di New York, New York, AS, 09 November 2021. Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan tahap berikutnya dalam penanganan pandemi Covid-19 setelah angka infeksi varian Omicron mulai menurun.

Foto: EPA-EFE/JUSTIN LANE
CDC akan memperbarui aturan terkait masker dan kapasitas tes.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) sedang mempersiapkan tahap berikutnya dalam penanganan pandemi Covid-19 setelah angka infeksi varian Omicron mulai menurun. Salah satunya memperbarui pendoman Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) pada masker dan kapasitas tes.

Rencana ini disampaikan ketika semakin banyak negara bagian yang mulai melonggarkan peraturan pembatasan sosial karena kasus infeksi mulai menurun. CDC mencatat rata-rata kasus baru per tujuh hari turun 40 persen dari pekan sebelumnya, angka rawat inap turun 28 persen dan angka kematian harian turun 9 persen.

Baca Juga

"Kami bergerak menuju di saat Covid-19 bukan krisis, tapi sesuatu yang dapat kami obati dan melindungi diri kami darinya, presiden dan tim Covid-19 kami aktif merencanakan masa depan," kata Koordinator Penanganan Covid-19 Gedung Putih Jeff Zients, Rabu (16/2/2022) waktu AS.

"Prioritas utama, tertinggi kami adalah melawan Omicron, di saat yang sama, kami mempersiapkan masa depan," tambahnya.

Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan lembaganya mempertimbangkan pendoman Covid-19 yang baru seperti kapan memakai masker. Ia menambahkan kapasitas rumah sakit akan menjadi ukuran utama.

Ia mengatakan CDC mengharapkan pendoman baru akan direvisi pada akhir Februari atau awal Maret. Di saat yang sama wajib masker di beberapa negara bagian akan dicabut.

"Kami ingin memberi masyarakat jeda dari hal-hal seperti memakai masker ketika angkanya sudah lebih baik, dan ketika kami memiliki kemampuan untuk menjangkaunya kembali ketika situasi memburuk," kata Walensky.

Walensky memperingatkan masyarakat yang memiliki situasi tertentu seperti memiliki gejala Covid-19 tetap harus memakai masker selama sepuluh hari proses diagnosa atau saat berdekatan dengan seseorang yang memiliki Covid-19.

Penasihat bidang tes Covid-19 Gedung Putih Tom Inglesby mengatakan pemerintah sudah resmi meminta perusahaan memberikan informasi mengenai cara meningkatkan kapasitas tes. Termasuk mengenai tantangan-tantangan pada rantai pasokan dan volatilitas pasar.

Ia mengatakan respons industri akan membantu mengarahkan investasi AS. Saat ini sekitar 50 hingga 60 juta warga AS dapat menggunakan kartu asuransi mereka untuk mendapatkan alat tes Covid-19 gratis dari rumah.

Pemerintah AS juga akan memastikan semakin banyak perusahaan asuransi yang memberi pilihan point-of-sale. Zients mengatakan pemerintah AS sudah mengirimkan 50 juta pesanan atau 200 juta alat tes gratis.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA