Rabu 16 Feb 2022 22:59 WIB

KKP Tingkatkan Peminat Louhan

KKP mengadakan kontes ikan louhan yang berlokasi di Raiser Ikan Hias Cibinong.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Pengunjung mengamati ikan Louhan yang dilombakan. KKP mengadakan kontes ikan louhan yang berlokasi di Raiser Ikan Hias Cibinong.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Pengunjung mengamati ikan Louhan yang dilombakan. KKP mengadakan kontes ikan louhan yang berlokasi di Raiser Ikan Hias Cibinong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Louhan, ikan hias dengan ciri punuk berdaging di bagian kepala ini kerap dianggap sebagai lambang kekayaan dan kemakmuran. Ikan jenis ini menjadi salah satu favorit ikan hias di masa pandemi Covid-19.

Guna menjaga antusiasme masyarakat, Perhimpunan Pecinta Louhan Bogor (P2LB) bersama Balai Besar Pengujian Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan (BBP3KP) UPT Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), konsisten mengadakan kontes ikan louhan yang berlokasi di Raiser Ikan Hias Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga

"Kontes ikan hias Louhan merupakan salah satu media promosi dan publikasi yang efektif di tengah pandemi Covid-19 untuk meningkatkan peminat ikan hias," terang Direktur Jenderal PDSPKP, Artati Widiarti di Jakarta, Rabu (16/2/2022).

Melalui kegiatan ini, Artati ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa sektor kelautan dan perikanan, khususnya ikan hias, bisa diakses oleh siapapun. Tak terkecuali warga yang tinggal di perkotaan atau bahkan di perkampungan lantaran perawatannya bisa dilakukan pada kolam di dalam rumah.

"Harapannya, dengan bertambahnya peminat ikan hias khususnya ikan hias Louhan, dapat turut menumbuhkembangkan pelaku usaha baru yang berdampak pada peningkatan perekonomian di tengah masyarakat kita," sambungnya.

Sementara Kepala BBP3KP Widya Rusyanto mengungkapkan Kontes Ikan Louhan Regional Bogor Championship #1 telah sukses digelar pada 9-13 Februari 2022 di Raiser Ikan Hias Cibinong. Kontes ini diikuti 294 peserta dari wilayah Jabodetabek yang terbagi menjadi 17 kelas.

“Kami selalu berusaha mendukung kegiatan para pelaku usaha dan penghobi ikan hias yang dalam hal ini adalah memfasilitasi komunitas untuk melaksanakan kegiatan kontes,” jelas Widya.

Widya menambahkan bahwa kontes ini akan digelar secara rutin sesuai jadwal yang telah ditentukan komunitas dengan menggunakan sistem liga.

Para penggemar dan pelaku usaha ikan Louhan yang tergabung dalam P2LB mengaku senang dengan dukungan dan fasilitasi dari KKP pada gelaran kali ini. Ketua P2LB, Regy Geriansyah, mengungkapkan kontes yang digelar secara periodik bisa menjadi ruang menjalin tali silaturahmi, menambah wawasan tentang ikan hias Louhan, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan kualitas ikan Louhan di pasar.

Ia juga menambahkan bahwa peran PL2B sebagai wadah perhimpunan penggiat bisnis ikan Louhan yang terdiri dari komunitas-komunitas breeder, progresser, dan seller ikan louhan pada akhirnya bisa lebih mengakomodasi para anggotanya.

"Kegiatan yang bersentuhan dengan para pelaku usaha dan penghobi ikan hias ini cukup efektif untuk meningkatkan wawasan dan memperluas jaringan pasar, semoga ini bisa berkelanjutan," harap Regy.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono turut mendorong tumbuhnya industri ikan hias di dalam negeri. Menurutnya penting dilakukan adalah dengan menggelar pameran ikan hias sebagai ajang promosi dan edukasi, pameran berskala besar akan melahirkan kegiatan ekonomi baru.

Sebagai informasi, juara Kontes Ikan Louhan Regional Bogor Championship #1 berhasil disabet oleh Beto dari Team New Born untuk titel Grand Champion. Sedangkan Young Champion, Baby Champion, dan Mini Champion masing-masing dimenangkan oleh Fatboy dari Team Kopi Louhan, Rizet dari Team Aries, dan Kaluna dari Team Mercury.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement