Kamis 17 Feb 2022 03:13 WIB

BRI Temanggung Dukung Pemberdayaan Milenial untuk Usaha Kopi

Pemberdayaan petani milenial Temanggung terus ditingkatkan untuk kesejahteraan

Petani kopi di Desa Muncar, Temanggung, Jawa Tengah. (ilustrasi).
Foto: Foto: Instagram muncarmoncer.kopi
Petani kopi di Desa Muncar, Temanggung, Jawa Tengah. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, TEMANGGUNG -- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Temanggung mendukung pemberdayaan kaum milenial dalam usaha kopi dengan mengucurkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam pelatihan di Sekolah Kopi Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pimpinan BRI Cabang Temanggung Sri Susilo di Temanggung, Rabu (16/2/2022), mengatakan pemberdayaan petani milenial terutama pelaku UMKM di Temanggung terus ditingkatkan demi kesejahteraan mereka.

Baca Juga

"BRI mendampingi petani mulai dari sektor hulu hingga hilir. BRI membantu dalam pemasaran produk olahan," katanya usai pembukaan pelatihan di Sekolah Kopi Gemawang.

Ia menyebutkan peserta sekolah kopi yang berlangsung selama dua hari ini diikuti sebanyak 20 orang yang semuanya kaum muda. Pada kesempatan itu pihaknya menyerahkan alat roasting kopi bagi kelompok tani.

Menurut dia pemberdayaan pelaku UMKM dari kaum milenial ini karena mereka punya potensi kuat dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. "Kami menggarap cluster ekonomi dari generasi milenial, antara lain dengan pelatihan dan digitalisasi produk dalam pemasaran," katanya.

Koordinator Sekolah Kopi Gemawang Sarwadi mengatakan materi sekolah kopi mulai dari bertanam kopi, pemeliharaan tanaman, pemetikan buah kopi hingga proses pengolahan produk. "Sekolah kopi juga melatih dalam pembuatan kopi seduh untuk konsumen," katanya.

Ia menyebutkan Sekolah Kopi Gemawang berdiri pada 2001 dan telah melahirkan banyak pengusaha muda yang tersebar di kota-kota besar, seperti Yogyakarta, Malang, dan Semarang. "Lulusan Sekolah Kopi Gemawang ada yang mendirikan kedai atau kafe, dan ada pula yang menjadi barista. Ada pula yang yang menjadi petani atau pedagang," katanya.

Camat Gemawang Marlini Tarigan mengatakan Sekolah Kopi Gemawang menempati bekas gudang kecamatan sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas petani terutama kaum milenial di bidang pertanian dan olahan pertanian. "Khusus kopi, kami sediakan peralatan seperti alat roasting, pengemasan hingga pembuatan kopi seduh," katanya.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement