Rabu 16 Feb 2022 19:48 WIB

Umumkan Pendanaan Seri C+, Grup Modalku Raih 294 Juta Dolar

Grup Modalku resmi mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh US$144 juta dalam ronde pendanaan Seri C+. Sila baca di sini.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya (Ning Rahayu)
Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya (Ning Rahayu)

Grup Modalku, yaitu Funding Societies, platform pendanaan digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Asia Tenggara, resmi mengumumkan bahwa mereka telah memperoleh US$144 juta dalam ronde pendanaan Seri C+.

Melansir dari siaran resminya, Rabu (16/02) pendanaan ini dipimpin oleh SoftBank Vision Fund dengan investor baru, antara lain, VNG Corporation yang merupakan perusahaan teknologi raksasa dari Vietnam, Rapyd Ventures; investor global berbasis di Asia, EDBI; Indies Capital, K3 Ventures, dan Ascend Vietnam Ventures.

Baca Juga: Riset: Bisnis Kuliner Asia Tenggara Capai Total Pendanaan 461 Juta Dolar AS di 2021

Perusahaan juga menerima fasilitas dana pinjaman sebesar US$150 juta dari pendana institusi di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia yang sebagian telah dicairkan sejak 2021. Pendanaan ini menyusul ronde Seri C senilai US$45 juta yang diperoleh antara tahun 2020 dan 2021.

Co-founder Funding Societies, Modalku, Reynold Wijaya mengatakan, pendanaan yang diraih telah memperkuat posisi Grup Modalku sebagai pemimpin dalam pendanaan digital regional. Dana akan digunakan perusahaan untuk mengelola pengeluaran serta meningkatkan layanan B2B payments bagi UMKM di Asia Tenggara.

"US$16 juta (sekitar Rp229 miliar) dari pendanaan terbaru ini akan digunakan untuk berkontribusi ke opsi rencana saham perusahaan (dalam bentuk pembelian kembali saham) bagi karyawan terdahulu maupun saat ini," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, setelah tujuh tahun berlalu, Grup Modalku saat ini sudah memiliki lisensi di empat negara ASEAN, yaitu Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan sudah beroperasi di Vietnam. Hingga saat ini, Grup Modalku telah menyalurkan pendanaan usaha lebih dari Rp29,4 triliun kepada lebih dari 4,9 juta transaksi pinjaman UMKM di Asia Tenggara.

"Sebuah kehormatan bagi kami untuk terus dapat dipercaya oleh investor baru maupun yang sudah mendukung kami sejak awal. Setelah berhasil membuktikan kapabilitas kredit kami selama krisis finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya, Modalku akan memperluas bisnis menuju neobanking. Kami berkomitmen untuk dapat mendukung UMKM lebih baik, memperkuat kehadiran kami di Asia Tenggara, dan membawa dampak positif yang lebih besar ke masyarakat," jelas Reynold.

Managing Partner SoftBank Investment Advisers, Greg Moon, menambahkan, UMKM di seluruh Asia Tenggara secara historis telah berjuang untuk mendapatkan akses pinjaman dari institusi keuangan, tetapi mereka justru terpaksa mengandalkan pendanaan pribadi untuk mendukung pertumbuhan usaha mereka.

"Grup Modalku hadir dan menjembatani para pengusaha ini untuk mengakses pendanaan yang lebih sesuai kebutuhan mereka dan lebih terjangkau dengan membangun sistem data yang menilai suatu usaha dari kinerjanya dan menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) agar proses menjadi lebih efektif," katanya.

Untuk diketahui, pendanaan tahunan Grup Modalku telah melebihi US$1 miliar (sekitar Rp14,3 triliun) pada Kuartal 4 2021. Selain itu, sebagian dari fasilitas dana pinjaman yang didanai Grup Modalku tersebut berasal dari pendana institusi yang berbasis di Eropa. Sejak 2019, Grup Modalku telah memperluas layanan keuangannya di luar pinjaman dan berencana untuk melakukan ekspansi ke lebih banyak lokasi di Asia Tenggara dalam 12 bulan ke depan.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement