Selasa 15 Feb 2022 21:31 WIB

Pasca Odicoff, Permintaan Suplemen Pakan ke Eropa dan Timur Tengah Meningkat

Odicoff salah satu upaya Kementan untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian

Kementan menggelar One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture yang diselenggarakan di 10 negara Eropa pada tahun 2021 lalu.
Foto: Kementan
Kementan menggelar One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture yang diselenggarakan di 10 negara Eropa pada tahun 2021 lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Permintaan ekspor suplemen pakan ternak ke benua Eropa dan Timur Tengah mengalami peningkatan tajam. Hal ini menyusul setelah Kementan menggelar One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture (Odicoff) yang diselenggarakan di 10 negara Eropa pada tahun 2021 lalu.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan Odicoff merupakan salah satu upaya Kementan untuk meningkatkan ekspor komoditas pertanian melalui kegiatan promosi dan pameran. Menurutnya, Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh masyarakat dunia yang melirik produk asli Indonesia.

"Karena itu kami ucapkan selamat atas terealisasinya ekspor pada hari ini, berarti semua yang telah diupayakan bersama telah membuahkan hasil yang baik. Dengan berbagai upaya ini, termasuk juga program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (GRATIEKS), pertumbuhan nilai ekspor peternakan pada tahun 2024 bisa naik 300 persen menjadi 1,9 miliar dolar AS atau setara Rp 27 triliun ke 100 Negara tujuan," kata SYL saat melepas ekspor pakan ternak hasil produksi salah satu perusahaan swasta di kawasan Tangerang Selatan, Selasa (15/2/2022).

Ke depan, kata SYL, Indonesia harus mampu menjadi rujukan produk ekspor dunia karena memiliki kualitas tinggi. Apalagi saat ini Kementan sudah menerapkan berbagai kecanggihan teknologi dan mekanisasi dalam setiap budidaya dan produksi.

"Indonesia harus bisa tampil di dunia dengan mengandalkan kemampuan-kemampuan dari hasil komoditi pertanian yang banyak dan di butuhkan oleh dunia, saya kira itu langkah yang kita capai hari ini," katanya.

photo
Kementan menggelar One Day with Indonesian Coffee, Fruits, and Floriculture yang diselenggarakan di 10 negara Eropa pada tahun 2021 lalu. - (Kementan)

 

Sementara itu, salah satu CEO dari perusahaan swasta, Suaedi Sunanto menyampaikan terimakasih atas arahan dan pendampingan Kementan terhadap jalanya ekspor peternakan di awal tahun 2022. Menurutnya, keberhasilan ekspor ini merupakan terobosan Kementan dalam memberikan fasilitas kepada para pelaku industri untuk memperluas pasar ekspor. Termasuk upaya Kementan pada kegiatan Odicoff.

"Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Menteri (SYL) karena kami selalu pengusaha telah diikutsertakan dalam misi promosi produk obat dan nutrisi hewan ke negara Denmark (Eropa) dan Uni Emirat Arab (Timur Tengah)," katanya.

Sebagai informasi, ekspor pakan ternak ini mencapai 13 metrik ton dengan tujuan Negara Denmark dari total nilai kontrak senilai 1 juta Euro atau Rp16,3 miliar.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan bahwa Indonesia berhasil mencatat kerja sama dan kontrak dagang berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Letter of Intent (LoI) untuk memasarkan komoditas pertanian Indonesia di tahun 2022 senilai Rp 94,4 miliar.

"Terima kasih kepada pelaku usaha peserta ODICOFF lainnya yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ODICOFF dan telah turut mendorong pencapaian GRATIEKS," tutupnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement