Selasa 15 Feb 2022 18:58 WIB

Pentagon Yakin Putin Belum Buat Keputusan Akhir Invasi ke Ukraina

Putin telah meningkatkan kehadiran militer Rusia di dekat Ukraina.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Citra satelit yang disediakan perusahaan teknologi Maxar Technologies menunjukkan kendaraan lapis baja dan artileri berbaris di Yelnya, Rusia, 300 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Foto: Satellite image ©2022 Maxar Technologies via
Citra satelit yang disediakan perusahaan teknologi Maxar Technologies menunjukkan kendaraan lapis baja dan artileri berbaris di Yelnya, Rusia, 300 kilometer dari perbatasan Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Senin (14/2/2022) bahwa Rusia telah menambahkan kemampuan militer di wilayah sepanjang perbatasannya dengan Ukraina. Namun AS meyakini bahwa Presiden Vladimir Putin belum membuat keputusan akhir untuk menyerang bekas republik Soviet itu.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan, Putin telah meningkatkan kehadiran militer Rusia di dekat Ukraina dan di Belarus dalam 24 jam terakhir. "Dia melatih beberapa unitnya di darat di sana, di selatan serta unit angkatan laut di Laut Hitam. Jadi dia terus menambah kesiapannya, dia terus memberi dirinya lebih banyak pilihan," kata Kirby seperti dikutip laman Anadolu Agency, Selasa.

Baca Juga

Namun menurutnya, Putin menahan diri untuk tidak melakukan gerakan khusus pasukan Rusia. Oleh karenanya, Pentagon tidak meyakini beberapa keputusan akhir telah dibuat oleh presiden Rusia.

Beberapa laporan media Barat mengeklaim bahwa Rusia dapat melancarkan serangan ke Ukraina pada Rabu. Moskow baru-baru ini mengumpulkan sekiranya 300 ribu personel tentara di wilayahnya dekat perbatasan dengan Ukraina yang hanya berjarak 75 kilometer ke Kiev.

Ini memicu kekhawatiran bahwa Kremlin dapat merencanakan serangan militer lain terhadap bekas tetangga Sovietnya kapanpun. Namun Rusia telah membantah bahwa mereka sedang bersiap untuk menyerang Ukraina. Rusia menuduh negara-negara Barat merusak keamanannya melalui ekspansi NATO ke perbatasannya.

Kremlin juga mengeluarkan daftar tuntutan keamanan ke Barat. Tuntutan itu termasuk mundurnya pengerahan pasukan dari beberapa negara bekas Soviet dan jaminan bahwa Ukraina dan Georgia tidak akan bergabung dengan NATO.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement