Selasa 15 Feb 2022 18:54 WIB

Rusia Gelar Latihan Militer Besar-Besaran

Rusia telah menerjunkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina.

 Gambar selebaran yang diambil dari video selebaran yang disediakan oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan tentara Rusia dari divisi ke-150 Distrik Militer Selatan menembak dari howitzer 2A65 Msta-B selama pelatihan di wilayah Rostov, Rusia, 28 Januari 2022.
Foto: EPA-EFE/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY PRESS SERVIC
Gambar selebaran yang diambil dari video selebaran yang disediakan oleh layanan pers Kementerian Pertahanan Rusia menunjukkan tentara Rusia dari divisi ke-150 Distrik Militer Selatan menembak dari howitzer 2A65 Msta-B selama pelatihan di wilayah Rostov, Rusia, 28 Januari 2022.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Sebagian tentara Rusia kembali ke pangkalan yang bersebelahan dengan Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia menyebutkan bahwa meski latihan besar-besaran di seluruh negeri masih berlangsung, sejumlah pasukan dari distrik militer Selatan dan Barat telah menyelesaikan latihan mereka dan mulai kembali ke pangkalan.

Kabar tersebut kontras dengan peringatan dari Amerika Serikat dan Inggris bahwa Rusia kemungkinan bersiap menyerang Ukraina kapan saja.Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan Inggris perlu melihat mobilitas pasukan Rusia dari perbatasan dengan Ukraina untuk meyakini bahwa Moskow tidak berniat menyerbu Ukraina.

Baca Juga

Rekaman video dari kemenhan dan yang dipublikasi kantor berita RIA memperlihatkan sejumlah tank dan kendaraan lapis baja sedang dimuat ke gerbong kereta.Menurut kementerian, otoritas akan menggunakan truk untuk mengantarkan sejumlah alat berat sementara pasukan akan berjalan kaki menuju pangkalan mereka.

Rusia telah menerjunkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina, termasuk kontingen besar untuk latihan gabungan di Belarus sampai 20 Februari, yang berarti bahwa Ukraina hampir dikepung oleh militer Rusia.Pasar Rusia menanggapi positif kabar tersebut. 

Mata uang rubel, yang tertekan akibat kekhawatiran terhadap sanksi baru dari Barat jika terjadi perang, naik 1,5 persen sesaat setelah pengumuman kemenhanitu.Moskow menyangkal berniat menyerang Ukraina.

Namun mereka menuntut jaminan yang mengikat secara hukum dari AS dan NATO bahwa Kiev tidak akan diizinkan bergabung dengan blok militer tersebut.Pemerintah AS diWashington dan NATO di Brussels sejauh ini menolak memberikan jaminan itu.

Kanselir Jerman Olaf Scholz diperkirakan akan tiba di Moskow pada Selasa malam untuk menemui Presiden Vladimir Putin dalam misi pertaruhan besar untuk menghindari perang.

Sumber: Reuters

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement