Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Menkes: Terapkan Prokes, Boleh Kerja dan ke Mal

Senin 14 Feb 2022 21:05 WIB

Red: Nora Azizah

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Foto: Antara/Galih Pradipta
Menteri Kesehatan sebut masyarakat bisa hidup normal dengan terapkan prokes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa masyarakat tetap dapat melakukan aktivitas normal dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Kalau itu sudah dijalani (protokol kesehatan), ya tetap hidup normal. Boleh bekerja, boleh ke mal. Tapi jangan lupa sekarang lagi musim COVID-19, pakai masker dan vaksinasinya dikejar," ujar Budi dalam konferensi pers daring terkait hasil Ratas PPKM yang diikuti di Jakarta, Senin (14/2/2022).

Menurutnya, aktivitas hidup normal itu sama halnya saat musim hujan yang dapat menyebabkan flu. "Yang simpel-simpel saja, kalau misalnya sekarang lagi musim hujan dan kita lagi musim flu, jangan keluar hujan-hujanan. Kalau mau keluar pakai payung atau jas hujan," tuturnya.

Baca Juga

Begitupun saat musim demam berdarah dengue (DBD), ia mengatakan masyarakat juga harus tetap hati-hati dan melakukan upaya pencegahan, salah satunya dengan melakukan pengasapan. "Sekarang sama juga kalau COVID-19 sekarang lagi naik, ya gimana, protokol kesehatannya, masker tetap dipakai. Vaksin tolong dilengkapi," katanya.

Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan pengetatan aktivitas pada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 karena jumlah kasus COVID-19 di beberapa daerah dinilai mulai melandai. 

"Kita belum lihat untuk ada pengetatan lagi, tidak, justru pelonggaran-pelonggaran yang kita lakukan tetapi dengan monitoring yang ketat," katanya.

Luhut yang juga sebagai Koordinator PPKM Jawa-Bali menjelaskan kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah terlihat melandai dalam empat hari terakhir. Selain itu, keterisian rumah sakit yang menjadi indikator pemerintah, seperti RSDC Wisma Atlet Kemayoran, RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan dan RS Pertamina, tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA