Senin 14 Feb 2022 20:39 WIB

Isi Ceramah Ustadz Khalid yang Disebut Mengharamkan Wayang

Ustadz Khalid menyebut lebih baik kita sebagai umat Islam meninggalkannya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustadz Khalid Basalamah tengah menjadi sorotan karena ceramahnya terkait wayang. Dia dituding mengharamkan wayang dan terancam dilaporkan ke polisi. Apa saja yang dibicarakan Ustadz Khalid di video yang viral di media sosial tersebut?

Dalam video berdurasi 2 menit 23 detik yang diunggah di akun Youtube Afdal Mishary berjudul Hukum Wayang – Ustadz Khalid Basalamah, ia menjawab salah satu pertanyaan dari jamaahnya soal hukum tradisi wayang yang kental dengan budaya masyarakat Jawa. "Saya orang jawa dan saya suka pewayang. Apakah wayang dilarang. Bagaimana dengan profesi dalang?" tanya seorang jamaah dalam video tersebut.

BACA JUGA: Ustadz Khalid Basalamah akan Dilaporkan Polisi karena Ceramah Soal Wayang

Lantas, apakah dalam ceramah tersebut Ustadz Khalid mengeluarkan pernyataan haram untuk wayang? Simak isi ceramahnya:

"Sudah saya bilang teman-teman, tanpa mengurangi penghormatan terhadap tradisi dan budaya semua suku di Indonesia. Suku Bugis, Suku Jawa, kita tidak akan berbicara dalam ceramah yang bukan menjatuhkan, sama sekali."

"Tapi kita sudah harus tahu dan sadar kalau kita Muslim, dan Muslim ini dipandu oleh agama. Makanya saya bilang caranya adalah harusnya Islam dijadikan tradisi dan budaya, jangan kita balik. Jangan budaya dan tradisi di-Islamkan. Susah."

"Mengislamkan budaya ini repot, karena banyak sekali (budaya), standar yang mana harus dipegangi, berarti nanti ada ciri khasnya sendiri. Di Indonesia ada Islamnya sendiri, di Amerika ada Islamnya sendiri, selama ini menjadi masalah itu."

"Allah menginginkan kita punya standardisasi. Wallahu a'lam, yang saya tahu lebih baik yang seperti itu kalau memang peninggalan nenek moyang kita mungkin kita bisa kenang dulu oh ini tradisinya, orang dulu seperti ini. Tapi kan bukan berarti harus dilakukan sementara dalam Islam dilarang, harusnya kita tinggalkan."

"Kalau masalah taubat, dia taubat nasuha kepada Allah, dengan tiga cara yang sudah kita tahu meninggalkan dosa-dosa, menyesal dan berjanji kepada Allah tidak mengulanginya. Dan kalau dia punya maka lebih baik di dimusnahkan dalam arti kata ini dihilangkan."

"Mungkin perlu kita pertemukan juga hal-hal seperti ini dengan ilmu pengetahuan lah sekarang. Artinya itu bukan kita mau menghapus 100 persen masalah kebiasaan dan tradisi, tapi kalau tidak cocok dengan agama wajar kita tinggalkan. Atau mungkin ada teknologi canggih lebih baik, seperti orang sekarang sudah biasa tampil di panggung bercerita, maka dengan wayang ini sebenarnya sudah bisa tergantikan dengan manusia yang sudah jelas nyata."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement