Senin 14 Feb 2022 16:07 WIB

Uni Eropa Minta Aksi Kekerasan di Sheikh Jarrah Dihentikan

Penggusuran dinilai melanggar hukum internasiinal.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha
Kepolisian Israel menghancurkan rumah milik keluarga Salhiya, warga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Rabu (19/1/2022).
Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Kepolisian Israel menghancurkan rumah milik keluarga Salhiya, warga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Rabu (19/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas ketegangan yang berlangsung di wilayah Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur. Hal itu menyusul aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Yahudi terhadap warga Palestina di sana.

“Insiden kekerasan pemukim, provokasi yang tidak bertanggung jawab, serta tindakan eskalasi lainnya di area sensitif ini hanya memicu ketegangan lebih lanjut dan harus dihentikan,” kata Uni Eropa lewat akun Twitter resminya, Ahad (13/2/2022), dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA.

Baca Juga

Sejumlah warga Palestina di Sheikh Jarrah dilaporkan mengalami luka-luka setelah para pemukim Yahudi menyerang rumah mereka pada Sabtu (12/2/2022) malam. Hamas mengecam kejadian tersebut. “Itu adalah agresi terang-terangan dan mereka (pemukim Israel) telah bermain api,” kata juru bicara Hamas Mohammad Hamada, dikutip Anadolu Agency.

Bulan lalu, Uni Eropa mengecam langkah Israel mengusir sebuah keluarga Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem. Mereka menilai hal itu melanggar hukum internasional. "Perluasan pemukiman, pembongkaran dan penggusuran adalah ilegal menurut hukum internasional. Mereka memperburuk ketegangan, mengancam kelangsungan solusi dua negara, mengurangi prospek perdamaian abadi,” kata Uni Eropa dalam sebuah pernyataan 19 Januari lalu.

Uni Eropa menekankan, pengusiran lebih lanjut keluarga Palestina dari rumah yang telah mereka tinggali selama beberapa dekade di lingkungan Sheikh Jarrah dan Silwan menimbulkan risiko memicu ketegangan di lapangan. Uni Eropa pun mendesak Israel untuk menghentikan rencana pembangunan saluran terowongan air dan 1.450 unit rumah di Yerusalem, tepatnya di antara lingkungan Har Homa serta Givat Hamatos. “(Rencana) pembangunan itu akan semakin merusak kemungkinan Yerusalem menjadi ibu kota masa depan kedua negara (Israel-Palestina),” kata Uni Eropa.

Uni Eropa menyerukan Israel dan Palestina melanjutkan perundingan damai. “Uni Eropa siap memberikan dukungan penuh kepada para pihak dalam membuka jalan menuju peluncuran kembali proses perdamaian sesegera mungkin,” katanya.

Israel tak hanya sekali melakukan penggusuran atau pengusiran terhadap keluarga Palestina di Sheikh Jarrah. Daerah tersebut kerap menjadi “titik panas” bentrokan antara aparat keamanan Israel dan warga Palestina.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement