Tuesday, 29 Zulqaidah 1443 / 28 June 2022

Conte Tegaskan Sulit Bagi Tottenham Finis di Empat Besar Liga Inggris

Senin 14 Feb 2022 14:54 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Pelatih kepala Tottenham Antonio Conte menyaksikan timnya bermain dari pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Wolverhampton Wanderers dan di White Hart Lane di London, Ahad, 13 Februari 2022.

Pelatih kepala Tottenham Antonio Conte menyaksikan timnya bermain dari pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Liga Premier Inggris antara Tottenham Hotspur dan Wolverhampton Wanderers dan di White Hart Lane di London, Ahad, 13 Februari 2022.

Foto: AP/David Cliff
Conte kecewa kekalahan Tottenham 0-2 dari Wolverhampton Wanderers di Liga Inggris.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Manajer Tottenham Hotspur Antonio Conte menyatakan, sulit bagi timnya menembus ke kompetisi Liga Champions musim depan dengan performa pemainnya saat ini. Ia mempertanyakan mentalitas para pemain the Lilywhites.

"Ketika Anda kalah dalam dua pertandingan berturut-turut di kandang dan pertandingan sebelumnya melawan Chelsea, tim yang ingin berjuang untuk Liga Champions, mustahil untuk itu," kata Conte kepada Sky Sports, dilansir Talksport, Senin (14/2).

Baca Juga

Spurs melihat harapan mereka bermain di Liga Champions musim depan mendapat pukulan besar dengan kekalahan kandang 0-2 dari Wolverhampton Wanderers, yang menyalip mereka di klasemen setelah mencetak dua gol cepat.

Itu kekalahan ketiga berturut-turut Spurs di Liga Primer Inggris, setelah kekalahan 2-3 dari Southampton.

Eks pelatih Inter Milan dan Juventus menyoroti mentalitas para pemain Tottenham. Kata Conte, ia perlu menunggu lebih sabar agar para pemain dapat mengerti strategi dan filosofi permainan yang ia inginkan.

"Mentalitas pemenang menurut saya berarti ketika Anda bermain, (berpikir) 'Saya siap membunuh Anda dan hidup'. Ini perbedaan di setiap duel, setiap bola kedua, setiap set-piece," kata pelatih asal Italia ini.

Saat ini, Tottenham berada di peringkat kedelapan dengan koleksi nilai 36 dari 11 menang, tiga seri dan delapan kekalahan. Harry Kane dan kawan-kawan tertinggal lima poin dari West Ham United di kursi keempat.

Sementara dengan kondisi yang kurang memuaskan Tottenham sudah harus menatap laga berat versus pemimpim klasemen Manchester City. Kemenangan tak hanya memangkas jarak di klasemen liga tetapi bisa menyuntik motivasi para pemain.

"Kami harus berkembang dan beradaptasi untuk hidup di bawah tekanan karena kepercayaan diri dan tekanan merupakan bagian pekerjaan kami. Ada jalan panjang, jalan panjang di depan kami," ujar dia.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA