Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Direktur Atalanta Kecewa Kinerja Wasit Saat Diimbangi Juventus

Senin 14 Feb 2022 14:04 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Israr Itah

Pemain Juventus Paulo Dybala (kanan) beraksi saat pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Atalanta BC dan Juventus FC di Bergamo, Italia, Senin (14/2) dini hari WIB..

Pemain Juventus Paulo Dybala (kanan) beraksi saat pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Atalanta BC dan Juventus FC di Bergamo, Italia, Senin (14/2) dini hari WIB..

Foto: EPA-EFE/PAOLO MAGNI
Direktur Atalanta menilai timnya mendapatkan penalti dan pemain Juve dikartu merah.

REPUBLIKA.CO.ID, BERGAMO -- Direktur Atalanta Umberto Marino sangat kecewa dengan  kinerja ofisial laga La Dea melawan Juventus pada laga pekan ke-25 Serie A Liga Italia 2021/2022 di Stadion Atleti d'Azzurri, Bergamo, Senin (14/2). La Dea mengira mereka telah memenangkan laga sekaligus kembali ke empat besar ketika Ruslan Malinovskyi mencetak gol. Ia melepaskan tendangan terukur kaki kiri ke sudut jauh atas gawang Wojciech Szczesny pada menit ke-76.

Namun tiga angka di depan mata sirna manakala Danilo berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+2 sekaligus membuat laga berkesudahan imbang sama kuat 1-1.

Baca Juga

Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini enggan mengomentari hasil kurang memuaskan itu dan tidak datang ke sesi konferensi pers. Umberto Marino yang menggantikan sesi wawancara tersebut dan menggunakannya untuk mengecam kinerja wasit Maurizio Mariani di lapangan. Ia sekaligus menyerang Luca Marelli, mantan wasit yang menjadi analis pertandingan di DAZN pada laga ini, karena membela Mariani dalam komentarnya.

"Saya hanya bisa mengatakan beruntung Luca Marelli tidak lagi menjadi wasit. Kami memiliki pandangan yang sama sekali berbeda tentang insiden itu. Itu pasti kartu merah, dan handball De Ligt juga merupakan penalti," kata  Marino kepada DAZN dikutip Football Italia, Senin (14/2).

Terdapat protes di babak pertama ketika kiper Juve, Szczesny berusaha menutup laju Teun Koopmeiners dan membuat sedikit kontak walaupun tak banyak. Setelah itu, rekrutan anyar La Dea, Jeremie Boga juga melihat tendangannya ditepis oleh Matthijs de Ligt, yang lengannya terangkat. Namun bola dianggap mengenai rusuk dan ketiaknya.

Marino yang tak bisa menutup rasa kecewanya menegaskan seharusnya Atalanta mendapatkan penalti dengan satu kartu merah yang seharusnya diberikan ke Juventus.

Terlepas dari hasil imbang ini, Marino menilai laga ini mungkin penampilan terbaik Atalanta dalam beberapa pekan sebelumnya.

“Itu adalah penampilan yang sangat bagus dari Atalanta, kami selalu memiliki semangat yang tepat, tetapi akhir-akhir ini kurang beruntung. Kita harus memuji mereka yang bermain hari ini, karena mereka menunjukkan melawan Juventus bahwa mereka berada di level yang sama," kata dia.

Dengan hasil imbang ini untuk sementara Atalanta berada di kursi kelima mengemas nilai 44 terpaut dua poin dari Juventus di tempat keempat. Atalanta memiliki satu pertandingan di tangan, sehingga secara teknis masih bisa mengasapi Juventus jika memetik kemenangan dalam laga tunda tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA