Senin 14 Feb 2022 02:20 WIB

Disdag Sulsel Siapkan Komoditas Baru untuk Diekspor Tahun Ini

Komoditas hasil pertanian cokelat, beras hingga porang saat ini tengah dikembankan.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Biji cokelat. Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan sedang menyiapkan sejumlah komoditas baru untuk diekspor dan memenuhi permintaan sejumlah negara pada 2022 ini.
Foto: Samsul Said/Reuters
Biji cokelat. Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan sedang menyiapkan sejumlah komoditas baru untuk diekspor dan memenuhi permintaan sejumlah negara pada 2022 ini.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan sedang menyiapkan sejumlah komoditas baru untuk diekspor dan memenuhi permintaan sejumlah negara pada 2022 ini.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Sulawesi Selatan Ashari Fakhsirie Radjamilo di Makassar, Sulsel, Ahad (13/2/2022), mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan berbagai peluang ekspor dari kekayaan yang dimiliki Sulawesi Selatan untuk bisa merambah pasar luar negeri. "Sulawesi Selatan ini adalah daerah yang dianugerahi. Kotoran burung pun sedang dipersiapkan menjadi komoditas ekspor," ungkap Ashari.

Baca Juga

Ia menyebut terdapat salah satu jenis kotoran burung yang dikumpulkan di Kabupaten Bone, nyatanya mendapatkan pasar di Amerika dan Eropa. "Itu yang diolah dan Alhamdulillah diterima di pasar Amerika Eropa, ini sangat besar sekali," ujarnya.

Selain itu, ada pula daun nipah yang selama ini terbuang percuma di daerah Pampang, Makassar. Daun ini akan diolah menjadi teh nipah untuk dikirim ke Korea, dan Turki sesuai permintaan. Sebab ternyata daun ini memiliki banyak manfaat.

"Ini diterima oleh Korea dan Turki, jadi Insya Allah kita akan kirim juga keluar melalui UKM binaan Dinas Koperasi dan tahun ini kita akan masifkan itu. Kami optimistis pada 2022 ini akan semakin meningkat lagi," urai Ashari.

Tidak sampai di situ, Dinas Perdagangan Sulsel juga tengah menyiapkan pasar baru di China melalui komoditas ekspor dari beras ketan hitam yang diharapkan bisa meningkatkan ekspor Sulsel. Ashari mengungkapkan, pihaknya juga tengah mempersiapkan pengiriman gula merah cair yang diolah dan akan dikirim oleh UKM binaan Dinas UMKM Sulsel di Jeneponto, sebab bahan bakunya diperoleh dari wilayah ini.

UKM asal Jeneponto ini sementara memproduksi gula merah cair dalam jumlah yang besar untuk memenuhi permintaan Turki sebanyak 5 ton. Rencananya akan dikirim pada Februari 2022.

Ashari menyebutkan sejumlah komoditas ekspor hasil pertanian Sulsel yakni cokelat, beras hingga porang yang saat ini tengah dikembangkan. Begitu pula dari hasil laut, di antaranya yakni rumput laut, ikan, kepiting, udang dan lainnya.

"Pokoknya yang mampu kita ekspor keluar, kita upayakan semua potensi itu. Jadi kita menjaga ritme ekspor dengan cara melakukan komunikasi yang baik dengan semua pihak," ujar dia.

Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan menargetkan pertumbuhan ekspor naik 25 persen pada 2022, setelah berhasil mencatat ekspor Sulsel tumbuh 21,15 persen pada 2021.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement