Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Usai Relokasi PKL, Malioboro Bakal Jadi Tempat Atraksi Seni Budaya

Ahad 13 Feb 2022 14:14 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Bilal Ramadhan

Wisatawan berada di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (10/2/2022). Berdasarkan surat edaran nomor 430/1.31/SE Disbud/2022 tentang Pelaksanaan Penataan Kawasan Khusus Pedestrian Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulyo, Pedagang Kaki Lima (PKL) dilarang melakukan aktivitas jual beli di sepanjang lorong jalan serta pemindahan barang di Teras Malioboro I eks Dinas Pariwisata DIY dan Teras Malioboro II eks Gedung Bioskop Indra.

Wisatawan berada di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Kamis (10/2/2022). Berdasarkan surat edaran nomor 430/1.31/SE Disbud/2022 tentang Pelaksanaan Penataan Kawasan Khusus Pedestrian Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulyo, Pedagang Kaki Lima (PKL) dilarang melakukan aktivitas jual beli di sepanjang lorong jalan serta pemindahan barang di Teras Malioboro I eks Dinas Pariwisata DIY dan Teras Malioboro II eks Gedung Bioskop Indra.

Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah/foc.
Pemilik toko di Malioboro juga diminta tidak memperluas dagangannya hingga ke trotoar

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pedagang kaki lima (PKL) yang di sepanjang Malioboro sudah direlokasi ke Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2. Trotoar Malioboro pun saat ini sudah dikosongkan dari aktivitas PKL.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, nantinya trotoar di Malioboro akan diramaikan dengan berbagai atraksi seni budaya. Dengan begitu, Malioboro tidak hanya akan menjadi kawasan pedestrian.

Baca Juga

Selain itu, Teras Malioboro 1 maupun Teras Malioboro 2 juga akan diramaikan dengan kegiatan seni budaya. Setidaknya, kata Sultan, kegiatan ini dapat digelar dua kali dalam sepekan.

"Kemungkinan bisa dua kali dalam seminggu, Selasa sama Sabtu. Di samping secara rutin Selasa sama Sabtu itu, mungkin juga ada program atau acara-acara lain yang nanti bisa disusun Balai (Pelestarian) Cagar Budaya yang ada di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, baik menyangkut seni budaya maupun street art di sepanjang Malioboro," kata Sultan.

Perbaikan infrastruktur yang ada di sepanjang Malioboro juga dilakukan. Mulai dari perbaikan trotoar yang sudah rusak, pengecetan, perbaikan kabel-kabel, perbaikan saluran limbah air hingga penambahan penerangan di sepanjang Malioboro.

Perbaikan ini diminta untuk dapat diselesaikan setidaknya dalam tiga bulan. Diharapkan, kawasan Malioboro menjadi lebih rapi, sehingga membuat nyaman pengunjung yang masuk ke Malioboro.

"Sama-sama akan kita perbaiki semua, dengan harapan nanti mereka yang berada di Malioboro lebih nyaman," ujar Sultan.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pemilik toko yang ada di sepanjang Malioboro terkait dengan fasad bangunan. Dikarenakan fasad tersebut menjadi bagian dari cagar budaya, maka nantinya juga akan dilakukan perbaikan terhadap bangunan-bangunan toko di sepanjang Malioboro.

"Fasadnya itu menjadi bagian dari heritage dan mereka yang akan juga memperbaiki," jelasnya.

Ia juga menegaskan agar pemilik toko tidak memperluas area dagangannya hingga ke luar toko. Hal ini mengingat area di depan toko sudah dikosongkan dari aktivitas PKL.

"Tempat yang tadinya untuk jualan (bagi PKL) itu tetap menjadi tempat untuk kepentingan publik untuk jalan (kaki), tidak boleh toko itu memperluas dagangannya sampai keluar dari toko. Kondisi seperti ini sudah kita koordinasikan semua," tambah Sultan.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA