Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Pengamat: Elektabilitas Ganjar Berpotensi Turun Imbas Insiden Wadas

Jumat 11 Feb 2022 17:02 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Andi Nur Aminah

Bagian punggung telapak tangan sebelah kanan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo masih terlihat bengkak saat menyambangi warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Bagian punggung telapak tangan sebelah kanan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo masih terlihat bengkak saat menyambangi warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Foto: dok. Istimewa
Akan sulit elektabilitas Ganjar naik dalam waktu enam hingga delapan bulan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kerap bertengger di posisi puncak sejumlah lembaga survei calon presiden 2024. Namun Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai insiden yang terjadi di Desa Wadas,Purworejo, Jawa Tengah sedikit banyak bakal memberi pengaruh terhadap elektabilitas Ganjar ke depan. 

"Peristiwa Wadas ini tentu memberi catatan penting baik bagi Pak Ganjar sendiri maupun konstelasi pencapresan nasional. Saya merasa bahwa peristiwa Wadas itu setidaknya kalau tidak membuat elektabilitas Pak Ganjar menurun, ya berimplikasi pada tertahannya elektabilitas yang bersangkutan," kata Ray dalam sebuah diskusi daring, Jumat (11/2/2022). 

Baca Juga

Menurutnya akan sulit elektabilitas Ganjar bisa naik dalam waktu enam hingga delapan bulan ke depan. Ia memprediksi Ganjar akan mengalami ketertahanan kenaikan elektabilitas hingga 1,5 tahun sebelum pemilu digelar.

"Apakah model pencitraan dan sekaligus peraup suara atau elektabilitas yang dilakukan oleh Ganjar sebelumnya tetap akan digunakan untuk memupuk elektabilitas beliau? Bacaan saya sulit kalau Pak Ganjar tetap mempergunakan pola yang sama untuk meningkatkan elektabilitas itu akan sulit untuk 1-1,5 tahun ke depan," ujarnya. 

Menurut Ray, Ganjar dinilai perlu mencari ikon baru untuk memperlihatkan dirinya di luar ikon sebagai calon pemimpin yang merakyat. Adanya peristiwa Wadas justru menjadikan ikon kerakyatan menjadi elitis.

"Tiba-tiba Pak Ganjar menjadi elitis sedemikian rupa itu sehingga ikon calon pemimpin merakyat itu menurut saya akan sulit kembali menaikkan pamor Pak Ganjar di masa yang akan datang ya, setidaknya di 2024," ungkapnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA