Kamis 10 Feb 2022 12:58 WIB

Otoritas Palestina Perketat Aturan Covid-19

Seorang warga mengatakan sikap apatis publik atas aturan Covid-19 telah terjadi.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Pekerja medis Palestina menerima vaksin Pfizer-BioNTecha melawan covid19 di Pusat Medis Palestina di kota Dura, Tepi Barat, 10 Juni 2021. Menurut Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila 404.142 orang divaksinasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Otoritas Palestina Perketat Aturan Covid-19
Foto: EPA/ABED AL HASHLAMOUN
Pekerja medis Palestina menerima vaksin Pfizer-BioNTecha melawan covid19 di Pusat Medis Palestina di kota Dura, Tepi Barat, 10 Juni 2021. Menurut Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila 404.142 orang divaksinasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Otoritas Palestina Perketat Aturan Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, RAMALLAH -- Infeksi Covid-19 telah meningkat pesat di Palestina, menempatkan rumah sakit lokal di bawah tekanan yang semakin kuat. Otoritas Palestina memutuskan meningkatkan pengujian dan vaksinasi Covid-19 di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki.

Kementerian Kesehatan Otoritas Palestina mencatat, lebih dari 64 ribu kasus aktif Covid-19 terdeteksi pada Rabu (9/2/2022). Menurut para pejabat, ini merupakan peningkatan harian tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya karena varian Omicron yang sangat menular.

Baca Juga

"Tiga minggu lalu kami mencatat hingga 300 infeksi setiap hari, tetapi dalam beberapa hari terakhir kami melewati angka 11 ribu," kata Direktur layanan kesehatan di Ramallah Mahdi Rashed. "Jelas ini akibat dari penyebaran varian Omicron,” ujarnya, dilansir dari Al Araby, Kamis (10/2/2022).

Rashed memperingatkan jumlah sebenarnya dari infeksi kemungkinan lebih tinggi, karena banyak orang tidak dites. Selain itu, masih banyak yang ceroboh dan tidak peduli serta tidak mematuhi aturan keselamatan kesehatan.

Karenanya ia mendesak dan menyerukan mereka selalu memakai masker dan menjaga jarak sosial untuk memerangi pandemi Covid-19 yang belum juga mereda ini. Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila memperingatkan rumah sakit pemerintah di Tepi Barat dalam kapasitas penuh pada Sabtu. Dalam seminggu terakhir saja, jumlah orang yang sakit parah lebih dari dua kali lipat di Gaza dan hampir dua kali lipat di Tepi Barat.

“Di seluruh Gaza dan Tepi Barat, masker adalah wajib di dalam kantor-kantor publik dan pegawai pemerintah diharuskan untuk divaksinasi,” kata para pejabat.

Tetapi seorang penduduk di kota Hebron, Tepi Barat, Ahmed Al-Atrash (28 tahun), mengatakan sikap apatis publik telah terjadi. "Tidak ada yang peduli dengan corona," katanya. "Tidak ada yang menekankan tentang itu. Mereka tidak peduli, dan ini sudah menjadi hal yang normal di antara orang Palestina,” ujarnya.

Otoritas Palestina di Tepi Barat dan Gaza telah membuka lebih banyak tempat pengujian, menyetujui tes cepat dan mendesak orang untuk mendapatkan vaksinasi. Dari 3,1 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, 60 persen telah divaksinasi penuh. Korban tewas di Tepi Barat dan Gaza akibat virus itu telah mencapai hampir 5.000.

 

https://english.alaraby.co.uk/news/palestinian-authorities-step-covid-measures-hospitals

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement