Rabu 09 Feb 2022 16:08 WIB

Wamen: Tata Kelola Perbankan akan Coba Diterapkan di BUMN Lain

Kementerian BUMN yakin perbaikan tata kelola kunci kepercayaan investor

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo memberikan paparannya pada Mandiri Investment Forum 2022 di Jakarta, Rabu (9/2/2022). Perbaikan tata kelola menjadi kunci dalam membangun kepercayaan investor dan masyarakat terhadap perusahaan pelat merah.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo memberikan paparannya pada Mandiri Investment Forum 2022 di Jakarta, Rabu (9/2/2022). Perbaikan tata kelola menjadi kunci dalam membangun kepercayaan investor dan masyarakat terhadap perusahaan pelat merah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah kepemimpinan Erick Thohir terus melakukan transformasi secara menyeluruh di tubuh BUMN. Perbaikan tata kelola menjadi kunci dalam membangun kepercayaan investor dan masyarakat terhadap perusahaan pelat merah.

"Pesan Pak Erick, kita ingin meyakinkan investor bahwa BUMN sedang berusaha melakukan reformasi besar-besaran. Kami ingin memastikan bahwa kami memiliki perusahaan yang berkelanjutan," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko dalam Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2).

Baca Juga

Tiko menyampaikan Kementerian BUMN  saat ini sedang menyelesaikan kerangka kebijakan untuk mengadopsi tata kelola perbankan dan menerapkannya ke sektor BUMN lain. Kementerian BUMN ingin memastikan setiap perusahaan negara memiliki tata kelola yang baik dan memiliki  struktur organisasi yang tepat.

"Jadi kami ingin memastikan semua BUMN akan memiliki komite yang tepat di bawah komisaris, termasuk komite audit dan manajemen risiko. Kami ingin mereka mengadopsi kerangka kepatuhan dan juga anti penyuapan dalam praktik bisnis," ucap Tiko.

Kementerian BUMN, lanjut Tiko, juga akan mengeluarkan panduan yang lebih rinci tentang bagaimana praktik tata kelola perusahaan dan kepatuhan manajemen risiko, termasuk audit internal. Tiko menyebut Kementerian BUMN akan memastikan keselarasan antara BUMN dan pemegang saham minoritas dalam mencapai target KPI untuk menumbuhkan kapitalisasi pasar dengan cara yang jauh lebih baik di masa depan.

"Kami percaya dalam dua atau tiga tahun ke depan, kami berharap dapat meningkatkan standar tata kelola perusahaan, tidak hanya di sektor perbankan dan sektor keuangan, tetapi ke semua sektor yang dioperasikan di BUMN," kata Tiko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement