Rabu 09 Feb 2022 15:45 WIB

Ikappi Yakin Harga Gula akan Terus Naik Hingga Ramadhan

Ikappi menyebut meski fluktuatif namun harga gula di pasaran sudah cukup tinggi

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Pegawai Perusahaan Umum Badan urusan Logistik (Perum Bulog) Sulawesi Tenggara memasukan gula pasir kemasan 1 Kg kedalam karung di gudang center di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menuturkan, mulai terjadi kenaikan harga komoditas gula di pasar tradisional. Meski kenaikan masih fluktuatif, tingkat harga gula tinggi saat ini sudah cukup tinggi.
Foto: Antara/Jojon
Pegawai Perusahaan Umum Badan urusan Logistik (Perum Bulog) Sulawesi Tenggara memasukan gula pasir kemasan 1 Kg kedalam karung di gudang center di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menuturkan, mulai terjadi kenaikan harga komoditas gula di pasar tradisional. Meski kenaikan masih fluktuatif, tingkat harga gula tinggi saat ini sudah cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, menuturkan, mulai terjadi kenaikan harga komoditas gula di pasar tradisional. Meski kenaikan masih fluktuatif, tingkat harga gula tinggi saat ini sudah cukup tinggi.

"Memang belum ada kenaikan signifikan masih sekitar Rp 14 ribu per kilogram (kg) tapi menurut kami ini tinggi," kata Mansuri kepada Republika.co.id, Rabu (9/2/2022).

Melihat pola pergerakan harga gula saat ini, Ikappi belum dapat memproyeksi apakah kenaikan harga gula akan terus berlanjut hingga Ramadhan mendatang. Diketahui, Indonesia akan memasuki bulan Ramadhan pada awal April di mana harga-harga pangan dipastikan meningkat.

"Kami belum mengecek detail mengenai itu, namun sejauh ini kenaikan harga rata-rata komoditas masih belum konsisten," kata Mansuri.

Mengutip statistik Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), rata-rata harga gula hingga Rabu (9/2/2022) sebesar Rp 15.550 per kilogram (kg) atau lebih tinggi 24,4 persen dari harga acuan pemerintah sebesar Rp 12.500 per kg.

Direktur Bahan Pokok dan Penting, Kemendag, Isy Karim, menjelaskan, dari hasil pemantauan laporan pabrik gula BUMN dan swasta, total stok gula tersedia per akhir pekan pertama Januari 2022 mencapai 689.463 ton. Jumlah itu cukup untuk kebutuhan selama 2,65 bulan.

Sementara itu, sebagian besar pabrik gula baru akan melakukan giling pada Mei mendatang dan diperkirakan baru masuk pasar di bulan Juni 2022. Situasi tersebut tetap akan memicu kenaikan harga jika tidak disiapkan antisipasi sejak dini, yakni importasi gula.  

"Memang, akan terjadi potensi kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran apabila pasokan gula impor tidak segera masuk pasar," kata Isy Karim kepada Republika.co.id, Rabu (9/2/2022).

Ia menuturkan, Kemendag sejak awal tahun telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) gula mentah yang akan direalisasikan mulai awal Februari. "Maka, potensi kekosongan gula sebelum masuk musim giling tidak akan terjadi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement